

Di usia 80 tahun, saat tubuh seharusnya bisa lebih banyak beristirahat, Abah Endang Rukmana justru masih harus bekerja dari pagi hingga sore.
Abah Endang, atau yang akrab disapa Abah Endang Jablay, menjalani profesi sebagai badut sejak tahun 2022. Setiap hari, mulai pukul 08.00 hingga 17.00, Abah mengenakan kostum badutnya dan berkeliling dari satu lampu merah ke lampu merah lainnya.
Bukan sekadar mencari kesibukan, Abah melakukan semua itu demi bertahan hidup bersama cucunya yang kini ia rawat seorang diri.
Cucunya adalah seorang anak yatim. Sang ibu pernah pamit untuk bekerja, tetapi hingga kini tidak kunjung kembali. Sementara itu, istri Abah telah meninggal dunia lima tahun lalu.
Setiap hari, penghasilan Abah tidak menentu.
Kadang Abah hanya membawa pulang sekitar Rp25 ribu, bahkan tidak mendapatkan uang sama sekali. Penghasilan sekecil itu harus dibagi untuk makan, kebutuhan sekolah cucunya, hingga membeli popok.
Yang lebih menyedihkan, ketika tidak ada uang, Abah kerap hanya makan nasi kemarin. Bahkan, ia harus menahan lapar dengan meminum air.
Namun di tengah keterbatasannya, Abah tetap berusaha bertahan.

Kini, Abah memiliki harapan sederhana, memiliki modal untuk membuka usaha dan bisa menyekolahkan cucunya ke jenjang yang lebih tinggi.
Kita bisa membantu meringankan perjuangan Abah agar ia tidak harus terus berdiri berjam-jam di bawah kostum badut demi mendapatkan penghasilan yang belum tentu ada.
Berikan kesempatan bagi Abah untuk memiliki usaha dan memenuhi kebutuhan cucunya. Sedikit bantuan dari kita, bisa menjadi awal bagi Abah untuk menjalani hari tua dengan lebih tenang.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik