

Di usia 68 tahun, ketika banyak orang berharap bisa menikmati hari-hari dengan lebih tenang, Abah Dayat justru masih harus bekerja setiap hari untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sejak masa pandemi COVID-19, Abah Dayat mencari nafkah sebagai penjual molen keliling di sejumlah wilayah Bandung.

Namun, penghasilan dari berjualan molen tidaklah besar. Abah Dayat hanya mendapatkan keuntungan sekitar Rp500 dari setiap molen yang terjual. Dalam sehari, penghasilannya rata-rata sekitar Rp20.000, bahkan terkadang hanya Rp10.000. Dari penghasilan tersebut, sekitar Rp10.000 harus digunakan untuk makan, sementara sisanya jika ada disisihkan untuk membayar kontrakan dan listrik.
Abah Dayat kini hidup seorang diri. Istrinya telah meninggal dunia, sementara dua dari tiga anaknya juga telah meninggal karena sakit. Anak ketiganya masih hidup dan bekerja sebagai pengemudi ojek online di Cicalengka, tetapi tinggal jauh bersama keluarganya. Abah Dayat bahkan sudah sekitar lima tahun tidak bertemu dengan anaknya.

Di tengah kesendiriannya, Abah Dayat juga harus menghadapi kondisi kesehatan yang mengganggu aktivitasnya. Ia mengalami kejang pada tangan dan kaki yang dapat kambuh sewaktu-waktu, serta nyeri lutut akibat sering terbentur besi tangga ketika berjualan. Meski begitu, selama kondisi tubuhnya memungkinkan, ia tetap berusaha keluar berjualan.
Kehidupan Abah Dayat semakin berat setelah ia menjadi korban penipuan sebesar Rp380 juta yang membuatnya kehilangan rumah dan modal usaha. Kini, ia hanya tinggal di sebuah kontrakan dengan tunggakan biaya yang harus segera dibayarkan. Jika tidak mampu melunasinya, Abah Dayat terancam kehilangan tempat tinggal.

Bahkan ketika kondisi kesehatannya memburuk dan ia tidak mampu berjualan selama dua hari, Abah Dayat harus bertahan dengan sisa makanan dari hari sebelumnya atau menunggu bantuan makanan dari orang lain. Dalam kesehariannya, ia kerap mengonsumsi mi instan karena keterbatasan ekonomi dan tidak memiliki kompor maupun gas untuk memasak.
Meski hidup dalam berbagai keterbatasan, Abah Dayat masih memilih untuk berusaha. Ia terus berjualan dengan kemampuan yang dimilikinya, meski penghasilannya kecil dan kondisi tubuhnya tidak selalu mendukung.
Saat ini, Abah Dayat membutuhkan dukungan untuk melunasi tunggakan kontrakan, memenuhi kebutuhan kesehatan, serta mendapatkan modal usaha agar dapat memiliki penghasilan yang lebih stabil. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantunya mempertahankan tempat tinggal dan menjalani kehidupan yang lebih layak.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik