
Jerit tangis mungil itu sering kali terdengar bersahutan di sudut ruangan Panti Asuhan Asih Bumi Insani. Bukan tangisan bermanja kepada ayah atau ibunya, melainkan tangis kelaparan dan kehausan dari 18 bayi malang yang ditelantarkan begitu saja oleh orang tua mereka.

Sejak mereka lahir ke dunia, bayi-bayi ini tak pernah merasakan pelukan hangat seorang ibu. Beruntung, sejak tahun 2022, Panti Asuhan Asih Bumi Insani yang didirikan oleh Abah Asep hadir untuk merengkuh dan menyelamatkan nyawa mereka dari kerasnya jalanan.
Namun, mengasuh 18 bayi secara bersamaan bukanlah hal yang mudah. Kebutuhan mereka tak pernah berhenti mengalir setiap harinya.
Mulai dari kaleng-kaleng susu formula yang cepat habis, tumpukan popok (pampers) yang harus terus diganti agar kulit mereka tidak infeksi, hingga asupan vitamin harian. Belum lagi jika pertahanan tubuh mungil mereka runtuh; demam tinggi di tengah malam yang mengharuskan mereka segera dilarikan ke rumah sakit.

Krisis di Depan Mata: Tidak Ada Donatur Tetap

Untuk memastikan 18 bayi ini terawat dengan layak dan sehat, panti asuhan membutuhkan biaya operasional mencapai Rp30.000.000 setiap bulannya. Angka yang sangat besar, mengingat hingga detik ini Panti Asuhan Asih Bumi Insani tidak memiliki donatur tetap.
Setiap hari adalah perlombaan melawan waktu. Abah Asep dan para pengasuh terus memutar otak dan mengais rezeki seadanya agar besok bayi-bayi ini tidak menangis karena botol susunya kosong.
Sahabat #OrangBaik, 18 bayi ini mungkin tak punya keluarga yang menantikan kelahiran mereka, tapi mereka punya kita. Jangan biarkan masa kecil mereka diisi dengan rasa lapar dan kekurangan.
Mari jadilah orang tua asuh bagi mereka. Sedekah darimu akan langsung disalurkan untuk:
Yuk, hadirkan senyum di wajah bayi-bayi terlantar ini!

![]()
Belum ada Fundraiser