
Setelah Gempa, Warga NTT Masih harus Bertahan
With Salma Pribadi
Gempa besar yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026 mungkin sudah berlalu. Namun, bagi warga yang terdampak, perjuangannya masih jauh dari selesai.
Source : BMKG
Gempa berkekuatan hingga M7,7 tersebut menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah Flores. Di Kabupaten Ngada saja, BPBD NTT mencatat 4.914 rumah mengalami kerusakan hingga 20 Agustus.
Bukan hanya rumah yang rusak. Sebagian warga masih harus bertahan di pengungsian karena kondisi belum sepenuhnya aman. Di beberapa titik terdampak di Kecamatan Riung, warga juga masih menghadapi keterbatasan tempat tidur dan layanan pengobatan.
Yang membuat situasi semakin berat, gempa susulan masih terjadi.

Source : BMKG
Pada 21 Agustus, BMKG kembali mencatat gempa M5,3 di wilayah sekitar Nagekeo. Beberapa gempa lain dengan magnitudo di atas 5 juga terjadi di wilayah Flores pada 19–20 Agustus. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai kemungkinan gempa susulan.
Artinya, ketika sebagian dari kita sudah kembali menjalani aktivitas seperti biasa, warga terdampak di NTT masih harus berhadapan dengan rasa khawatir, rumah yang belum bisa ditempati, serta kebutuhan sehari-hari yang harus terus dipenuhi.
Bantuan memang mulai berdatangan. Berbagai lembaga juga terus menyalurkan kebutuhan dasar ke wilayah terdampak. Namun, proses pemulihan tidak selesai hanya dengan bantuan di masa tanggap darurat. Pendataan kerusakan, perbaikan rumah, fasilitas umum, hingga pemulihan kehidupan warga masih harus dilakukan.
Melalui kolaborasi ini, Penderma.id bersama Salma Pribadi (@salmaprbdi) mengajak masyarakat untuk bergerak bersama membantu saudara-saudara kita di NTT.
Karena bagi mereka, bencana belum benar-benar berakhir.
Mari terus bantu warga NTT melewati masa sulit ini. Sekecil apa pun dukungan yang diberikan, bisa menjadi penguat bagi mereka untuk terus bertahan dan perlahan bangkit kembali.

![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik