

Sejak lahir, Pak Iwan Kurniawan harus menjalani hidup dengan kondisi kaki yang kaku. Namun keterbatasan itu tidak membuatnya berhenti mencari nafkah untuk keluarganya.
Setiap hari, Pak Iwan keluar rumah sejak pukul 08.00 hingga 17.00 untuk berjualan tisu secara keliling. Dengan berjalan kaki lebih dari 15 kilometer setiap harinya, ia menyusuri kawasan Margahayu, Rancabolang, Ciwastra, Ciganitri, hingga Pasar Kordon.

Tisu yang dijual Pak Iwan dibanderol Rp7.500 per buah. Dari setiap tisu yang terjual, keuntungan yang ia dapat hanya sekitar Rp1.000. Jika dagangannya habis, penghasilan Pak Iwan dalam sehari sekitar Rp20 ribu.
Perjalanan mencari pembeli pun tidak selalu mudah.
Dengan kondisi kakinya, Pak Iwan sering kesandung bahkan pernah terserempet kendaraan. Tak jarang, ketika ia berusaha mengejar calon pembeli, pembeli tersebut justru pergi. Di awal berjualan, kondisi kakinya bahkan sempat membuatnya tidak bisa berjalan selama satu bulan.
Namun Pak Iwan tetap kembali berjalan.
Di rumah, ada istri dan tiga anak yang menunggunya. Penghasilan yang didapat harus digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga, termasuk membeli beras. Di sisi lain, masih ada tunggakan kontrakan selama dua bulan sebesar Rp1,2 juta, kebutuhan sekolah anak yang belum terbayarkan, serta utang Rp2,3 juta ke bank yang digunakan untuk biaya pengobatan ibunya yang menderita kanker payudara.
Kondisi kesehatan Pak Iwan sendiri juga tidak selalu baik. Kakinya kerap terasa sakit dan ia juga mengalami sinusitis. Sementara sang istri membutuhkan pengobatan karena sakit pinggang.
Meski harus menghadapi banyak kebutuhan dan keterbatasan, Pak Iwan masih memilih untuk berjalan setiap hari, menawarkan tisu dari satu tempat ke tempat lainnya.
Pak Iwan sudah berjalan lebih dari 15 km setiap hari untuk keluarganya. Sekarang, giliran kita yang mengambil satu langkah untuknya.
Mari hadirkan bantuan agar Pak Iwan bisa memenuhi kebutuhan keluarganya dan terus bertahan tanpa harus berjuang sendirian
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik