
Di saat gema takbir Idul Adha berkumandang, meja makan kita mungkin sudah dipenuhi dengan kelezatan sate, gulai, dan rendang. Namun, pernahkah terlintas di benak kita, menu apa yang terhidang di atas nampan makan para santri di pelosok nusantara?

Bagi ribuan santri dhuafa dan penghafal Al-Qur'an, makan enak bukanlah prioritas. Keseharian mereka diwarnai dengan kesederhanaan yang luar biasa. Duduk melingkar menghadap satu nampan besar, mereka berbagi nasi yang tak jarang hanya berlaukkan tempe, kerupuk, atau guyuran kuah sayur seadanya.
Daging sapi atau kambing? Itu adalah sebuah kemewahan luar biasa yang mungkin hanya bisa mereka rasakan satu kali dalam setahun, itu pun jika pesantren mereka menerima kelebihan jatah hewan qurban. Nyatanya, banyak pondok pesantren kecil di pelosok yang tak tersentuh distribusi qurban sama sekali.

Tengoklah kondisi para santri di Pesantren Nuurul Abshor. Belum lama ini, mereka harus menguatkan hati ketika diuji dengan musibah kebakaran. Di tengah kondisi pemulihan, trauma, dan fasilitas asrama yang serba terbatas, jangankan membayangkan nikmatnya pesta daging qurban, bisa makan dengan perut kenyang agar kuat murojaah (mengulang hafalan) saja sudah sangat mereka syukuri. Sepotong daging kaya gizi hanyalah angan-angan di tengah perjuangan mereka bangkit dari musibah.
Begitu pula dengan ribuan santri di pondok-pondok pesantren pelosok lainnya. Mereka rela berpisah dari orang tua, menahan rindu, dan menahan lapar demi menjaga kalam ilahi. Sungguh ironis rasanya jika di hari raya nanti, asupan gizi para penjaga Al-Qur'an ini terabaikan, sementara kita bisa makan daging hingga berlebih.
Sahabat, setiap suapan daging bergizi yang masuk ke tubuh para santri ini akan berubah menjadi energi. Energi yang mereka gunakan untuk melantunkan ayat suci, belajar agama, dan mendoakan kebaikan bagi umat. Bayangkan, berapa banyak pahala jariyah yang akan mengalir dari setiap huruf Al-Qur'an yang mereka bacakan berkat energi dari sedekah dagingmu?

Idul Adha tahun ini, mari kita patungan untuk memberikan Sedekah Daging Qurban sebagai hadiah penyemangat dan perbaikan gizi untuk para santri di Pesantren Nuurul Abshor dan pondok pesantren pelosok lainnya.
Bantuan darimu nantinya akan disalurkan dalam bentuk:
Jangan biarkan nampan mereka hanya berisi nasi dan kerupuk di hari raya nanti. Jadikan sedekah dagingmu sebagai bahan bakar perjuangan para santri dalam menjaga ayat-ayat suci.

![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik