
Suara takbir Idul Adha sebentar lagi akan berkumandang, menandakan hari raya penuh keikhlasan telah tiba. Bagi kita, Idul Adha adalah momen istimewa untuk berkumpul bersama keluarga, saling berbagi, dan menyantap lezatnya hidangan sate, gulai, atau rendang di meja makan yang hangat.
Namun, pernahkah kita menengok ke luar jendela dan melihat mereka yang usianya sudah senja, tapi masih harus memeras keringat di kerasnya jalanan?

Di luar sana, ada ribuan Lansia Pejuang Nafkah yang tak mengenal kata libur, bahkan di hari raya qurban sekalipun. Mereka adalah kakek penjual tisu yang menahan kantuk di lampu merah, nenek pemulung yang membungkuk memungut botol bekas, hingga kakek panggul yang kakinya gemetar menahan beban puluhan kilo.
Bagi mereka, Idul Adha bukanlah tentang asyiknya membakar sate atau menikmati olahan daging melimpah. Bagi mereka, hari raya sama saja dengan hari lainnya: Kalau hari ini tidak kerja, besok saya dan keluarga mau makan apa?
Mengenal Mak Iyet: Seabad Kesunyian dalam Kegelapan

Di sebuah sudut di Cibedug, Bandung Barat, hidup seorang wanita tangguh bernama Mak Iyet. Di usianya yang telah menyentuh 100 tahun (Satu Abad), Mak Iyet harus bertarung nyawa sendirian. Tanpa suami, tanpa anak.
Abah Engkos: Mengasah Harapan di Atas Perih

Tak jauh berbeda, ada Abah Engkos (70 tahun). Sejak tahun 2001, ia setia memikul alat jasa asah pisau. Dengan kondisi wajah sebelah kanan yang mengalami kelainan, Abah terus berjalan kaki mengelilingi komplek demi komplek.
Hadirkan Berkah Daging Qurban untuk Lansia Pejuang Nafkah
Sahabat, momen Idul Adha adalah waktu terbaik untuk berbagi kebahagiaan sejati dan bukti pengorbanan kita. Bayangkan pahala yang mengalir jika sedekah qurbanmu menjadi asupan gizi berharga bagi seorang lansia yang sudah menahun tak merasakan nikmatnya makan daging.
Jika tidak segera kita tolong, Mak Iyet yang sebatang kara dan Abah Engkos yang sakit-sakitan berisiko mengalami malnutrisi. Mari hadirkan Bingkisan Qurban Spesial sebagai wujud kepedulian kita:
Jangan biarkan mereka hanya bisa mencium aroma daging panggangan dari kejauhan. Di momen penuh keberkahan ini, mari sisihkan rezeki untuk menyedekahkan daging qurban dan memuliakan para lansia pejuang nafkah.

![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik