ImageSedekah Daging Qurban untuk Lansia Pejuang Nafkah...
Image

Sedekah Daging Qurban untuk Lansia Pejuang Nafkah

Rp 0 terkumpul dari Rp 100.000.000
0 Donasi 2 bulan, 26 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

Suara takbir Idul Adha sebentar lagi akan berkumandang, menandakan hari raya penuh keikhlasan telah tiba. Bagi kita, Idul Adha adalah momen istimewa untuk berkumpul bersama keluarga, saling berbagi, dan menyantap lezatnya hidangan sate, gulai, atau rendang di meja makan yang hangat.

Namun, pernahkah kita menengok ke luar jendela dan melihat mereka yang usianya sudah senja, tapi masih harus memeras keringat di kerasnya jalanan?

Di luar sana, ada ribuan Lansia Pejuang Nafkah yang tak mengenal kata libur, bahkan di hari raya qurban sekalipun. Mereka adalah kakek penjual tisu yang menahan kantuk di lampu merah, nenek pemulung yang membungkuk memungut botol bekas, hingga kakek panggul yang kakinya gemetar menahan beban puluhan kilo.

Bagi mereka, Idul Adha bukanlah tentang asyiknya membakar sate atau menikmati olahan daging melimpah. Bagi mereka, hari raya sama saja dengan hari lainnya: Kalau hari ini tidak kerja, besok saya dan keluarga mau makan apa?

Mengenal Mak Iyet: Seabad Kesunyian dalam Kegelapan

Di sebuah sudut di Cibedug, Bandung Barat, hidup seorang wanita tangguh bernama Mak Iyet. Di usianya yang telah menyentuh 100 tahun (Satu Abad), Mak Iyet harus bertarung nyawa sendirian. Tanpa suami, tanpa anak.

  • Pilu di Balik Pisang Rp4.000: Setiap hari, sejak pukul 05.00 subuh hingga malam gelap, ia duduk menunggu pembeli pisang. Harganya hanya 4 ribu rupiah, namun seringkali tak ada satu pun yang terjual.
  • Makan Seadanya Karena Terpaksa: Saat dagangan sepi, Mak Iyet terpaksa menahan lapar dan hanya mengganjal perutnya dengan air putih. Boro-boro membayangkan nikmatnya sepotong daging sapi, untuk membeli segenggam beras pun ia seringkali tak mampu.
  • Hidup dalam Gulita: Mak Iyet tinggal di rumah mungil yang sama sekali tidak tersentuh aliran listrik. Di sana, ia menahan nyeri lutut akut dan gangguan paru-paru dalam kesunyian yang mencekam.

Abah Engkos: Mengasah Harapan di Atas Perih

Tak jauh berbeda, ada Abah Engkos (70 tahun). Sejak tahun 2001, ia setia memikul alat jasa asah pisau. Dengan kondisi wajah sebelah kanan yang mengalami kelainan, Abah terus berjalan kaki mengelilingi komplek demi komplek.

  • Upah yang Tak Sebanding: Mengasah satu pisau hanya dihargai Rp3.000. Di momen Idul Adha, Abah mungkin banyak mengasah pisau yang akan digunakan orang lain untuk memotong daging qurban. Namun ironisnya, ia dan istrinya di rumah justru lebih sering menyantap nasi sisa kemarin hanya dengan taburan garam.
  • Mata yang Terus Menangis: Teriknya matahari membuat mata kanan Abah terus berair dan perih, namun ia tak pernah ke dokter karena keterbatasan biaya. Ia hanya ingin hidup layak tanpa harus menahan sakit setiap hari.

Hadirkan Berkah Daging Qurban untuk Lansia Pejuang Nafkah

Sahabat, momen Idul Adha adalah waktu terbaik untuk berbagi kebahagiaan sejati dan bukti pengorbanan kita. Bayangkan pahala yang mengalir jika sedekah qurbanmu menjadi asupan gizi berharga bagi seorang lansia yang sudah menahun tak merasakan nikmatnya makan daging.

Jika tidak segera kita tolong, Mak Iyet yang sebatang kara dan Abah Engkos yang sakit-sakitan berisiko mengalami malnutrisi. Mari hadirkan Bingkisan Qurban Spesial sebagai wujud kepedulian kita:

  • Paket Daging Qurban & Gizi: Agar Mak Iyet dan Abah Engkos tak lagi hanya makan nasi dan garam, melainkan bisa merasakan lezat dan bergizinya olahan daging di hari raya.
  • Paket Sembako: Menemani sedekah daging, memastikan ketersediaan beras dan kebutuhan pokok mereka aman selama beberapa bulan ke depan.
  • Bantuan Tunai (Hadiah Hari Raya): Bekal agar mereka bisa beristirahat sejenak di rumah saat Idul Adha, tanpa perlu memikirkan utang atau kelelahan di jalanan.

Jangan biarkan mereka hanya bisa mencium aroma daging panggangan dari kejauhan. Di momen penuh keberkahan ini, mari sisihkan rezeki untuk menyedekahkan daging qurban dan memuliakan para lansia pejuang nafkah.

Baca selengkapnya ▾

  • April, 2 2026

    Campaign is published

Belum ada donasi untuk penggalangan dana ini

Fundraiser

Belum ada Fundraiser

Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close