

Di usia lanjut, seharusnya tubuh bisa beristirahat setelah puluhan tahun bekerja.
Namun, bagi sebagian lansia, bekerja masih menjadi satu-satunya cara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Di tengah tubuh yang mulai lemah dan penghasilan yang terbatas, mereka tetap bangun pagi, berjalan, berkeliling, dan bekerja agar bisa membawa pulang uang untuk makan.
Salah satunya Nenek Kurniasih. Di usia 81 tahun, ia masih berjualan kicimpring sejak pagi. Selama lebih dari 10 tahun, ia menjalani pekerjaan ini dengan penghasilan sekitar Rp10.000–Rp15.000 per hari.
Lutut yang sakit dan kaki yang mulai tidak stabil tak membuatnya berhenti. Saat dagangan sepi, ia bahkan terkadang harus berhutang ke warung untuk membeli beras.
Ada pula Abah Anda yang sudah berusia 83 tahun. Selama lebih dari 27 tahun, ia berjualan celengan dan berjalan sekitar 10–30 kilometer setiap hari. Namun, penghasilannya hanya sekitar Rp7.000–Rp10.000 per hari.
Di Gegerkalong, Abah Engkos yang berusia 70 tahun juga masih berkeliling mengasah pisau. Dengan penghasilan sekitar Rp600.000 per bulan, ia masih harus mencukupi kebutuhan yang mencapai sekitar Rp1.000.000.
Sementara itu, di usia 96 tahun, Mak Onah masih berjualan cilok. Tubuh yang tak lagi kuat membuatnya kini lebih banyak berjualan di tempat. Penghasilannya sekitar Rp10.000–Rp15.000 per hari, bahkan untuk sekadar memutarkan modal pun terasa sulit.
Perjuangan mencari nafkah juga dijalani Pak Iwan. Setelah pernah mengalami kecelakaan kerja hingga koma selama dua minggu, ia tetap bekerja sebagai driver ojek online dari subuh hingga malam. Di saat yang sama, ia juga mengelola panti asuhan dengan 25 anak yatim dan piatu yang membutuhkan biaya operasional sekitar Rp4 juta setiap bulan.
Mereka punya cerita yang berbeda, tetapi memiliki satu kesamaan: mereka tetap memilih berusaha meski keadaan semakin sulit.
Kini, mereka membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus mempertahankan usaha yang selama ini menjadi tumpuan.
Bantuan yang Bisa Diberikan
Dukungan yang terkumpul akan disalurkan sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing penerima manfaat, berupa:
· Santunan tunai untuk membantu meringankan kebutuhan hidup.
· Modal usaha agar mereka tetap bisa menjalankan atau mengembangkan usaha.
· Kebutuhan pokok harian seperti beras dan kebutuhan makan sehari-hari.
Bagi kita, bantuan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun bagi mereka, bantuan itu bisa berarti beras untuk makan, modal untuk kembali berjualan, atau sedikit ruang untuk bernapas di tengah perjuangan yang panjang.
Salurkan dukungan terbaikmu untuk membantu para lansia memenuhi kebutuhan hidup dan tetap berdaya melalui usaha yang mereka jalani.
![]()
Belum ada Fundraiser