ImagePatungan Kado Lebaran untuk Porter Lansia...
Image

Patungan Kado Lebaran untuk Porter Lansia

Rp 631.098 terkumpul dari Rp 50.000.000
4 Donasi 2 bulan, 26 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

Suasana stasiun menjelang Lebaran selalu diwarnai isak tangis bahagia. Ribuan orang berlomba-lomba pulang kampung, membawa koper berisi hadiah dan baju baru untuk keluarga tercinta.

Namun di balik hiruk-pikuk kebahagiaan para pemudik, ada pundak-pundak renta yang memikul beban berat dalam diam. Mereka adalah para kakek porter stasiun. Di saat kita bersuka cita menyambut hari kemenangan, mereka justru harus menelan ludah, menahan lapar, dan dihantui ketakutan tak bisa makan esok hari.

Kenalkan, salah satunya adalah Bapak Undang Sujana (61 tahun), seorang porter lansia di Stasiun Kiaracondong, Bandung.

Di usianya yang sudah senja, fisik Pak Undang tak lagi prima. Beliau mengidap diabetes ringan dan kolesterol. Yang paling menyayat hati, salah satu mata beliau mengalami kebutaan (picak) sejak usia 7 tahun akibat cacar parah. Dengan penglihatan yang tak sempurna dan napas yang sering terengah-engah, beliau tetap memaksakan diri memanggul tas dan koper besar milik penumpang.

Pernah saking buru-burunya dan mata bapak nggak awas, bapak salah naikin barang ke kereta. Penumpang marah besar ke bapak... Bapak cuma bisa nunduk minta maaf, cerita Pak Undang dengan suara bergetar.

Kehidupan Pak Undang di luar stasiun jauh lebih perih. Sejak berpisah (cerai hidup) dengan istrinya, ia harus berjuang sendiri menghidupi dua anak laki-lakinya.

Setiap hari, Pak Undang bekerja mulai pukul 05.00 pagi hingga 23.00 malam. Demi menghemat ongkos pulang ke rumah kontrakannya di daerah Majalaya (Kab. Bandung), beliau rela tidur di lantai stasiun selama 3 hari berturut-turut beralaskan seadanya.

Lalu, berapa upah dari keringat dan peluhnya? Seringkali, seharian memanggul beban berat beliau hanya mendapat Rp20.000. Jika sedang beruntung dan bekerja hingga larut malam, beliau baru bisa mengantongi Rp60.000 (itu pun sudah dipotong untuk makan seadanya).

Penghasilan yang tak menentu itu sangat jauh dari kata cukup. Pengeluaran bulanannya bisa mencapai Rp1.500.000. Saat ini, Pak Undang sudah menunggak kontrakan rumahnya (Rp300.000/bulan) selama 2 bulan. Untuk sekadar makan nasi pun, beliau sering terpaksa mengutang beras ke warung dekat rumahnya.

Di sisa usianya, harapan Pak Undang sangat sederhana: Beliau ingin punya sedikit modal usaha agar tak perlu lagi memanggul beban berat di stasiun, bisa melunasi tunggakan kontrakan dan utang berasnya, serta bisa mengobati penyakitnya.

Sahabat, Pak Undang tidak sendirian. Di stasiun-stasiun, ada banyak sekali porter lansia yang nasibnya serupa, bahkan mungkin lebih menderita. Mereka menghabiskan masa tuanya di kerasnya peron stasiun, membantu ribuan orang pulang untuk Lebaran, sementara mereka sendiri tak tahu apakah besok keluarganya bisa ikut merayakan Idul Fitri.

Di bulan suci Ramadhan yang penuh ampunan ini, jangan biarkan pahlawan stasiun ini merayakan Lebaran dengan perut kosong dan ancaman diusir dari kontrakan.

Mari kita patungan memberikan Kado Lebaran paling berharga untuk Pak Undang dan puluhan porter stasiun lainnya. Sedekah darimu akan disalurkan untuk:

  1. Paket Sembako & Kado Lebaran: Memastikan mereka dan keluarganya bisa makan enak di Hari Raya.
  2. Pelunasan Tunggakan & Utang: Membebaskan Pak Undang dan lansia lainnya dari ancaman pengusiran kontrakan.
  3. Bantuan Modal Usaha & Pengobatan: Memberikan harapan hidup yang lebih layak di masa tua mereka.

Jadikan momen mudik dan Lebaran tahun ini jauh lebih berkah dengan menghadirkan senyum di wajah para porter lansia.

Klik tombol DONASI SEKARANG dan kirimkan Kado Lebaran terbaikmu untuk mereka!

 

Baca selengkapnya ▾

  • March, 4 2026

    Campaign is published

Hamba Allah3 jam yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 10.377
Eka Susilawati3 jam yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 20.206
Gusti dhia karima4 jam yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 100.205
Suryaningsih Bohari5 jam yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 500.310

Fundraiser

Belum ada Fundraiser

Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close