
Kami mungkin bisa berlari menghindar dari desingan peluru, tapi kami tak bisa berlari dari rasa lapar yang perlahan membunuh anak-anak kami...
Sahabat, pernahkah kita membayangkan hidup di tengah perang yang mencekam, lalu harus memeluk anak kita yang menangis merintih karena perutnya kosong berhari-hari?

Kenyataan memilukan inilah yang sedang mengoyak hati saudara-saudara kita di Sudan. Sejak konflik berdarah pecah, jutaan warga sipil tak berdosa tidak hanya terancam oleh senjata, tetapi oleh musuh yang jauh lebih sunyi namun sangat mematikan: Kelaparan Ekstrem.
Kondisi di kamp-kamp pengungsian Sudan saat ini benar-benar darurat:

Krisis ini sangat menyayat hati. Banyak ibu yang meneteskan air mata keputusasaan karena air susu mereka mengering akibat tak ada asupan makanan. Tak ada lagi yang bisa mereka berikan untuk bayi-bayi mereka yang menangis kehausan dan kelaparan.
Akses terhadap makanan bergizi, air bersih, dan obat-obatan lumpuh total. Bagi mereka di sana, sepotong roti dan seteguk air bersih bukan lagi sekadar pengganjal perut, melainkan penyambung nyawa.
#OrangBaik, di saat kita bisa menikmati hidangan di meja makan dengan tenang, ribuan saudara dan adik-adik kecil kita di Sudan sedang meregang nyawa menahan lapar. Tidakkah hati kita tergerak untuk menyisihkan sedikit rezeki yang Allah titipkan?
Jangan biarkan mereka merasa sendirian di tengah bencana ini. Bantuan kemanusiaan darimu akan sangat berarti dan segera disalurkan dalam bentuk:
Setiap rupiah yang kamu sedekahkan adalah harapan baru bagi napas mereka esok hari.
Mari wujudkan kepedulian kita sekarang! Klik tombol DONASI SEKARANG dan kirimkan bantuan darurat terbaikmu untuk selamatkan saudara kita di Sudan.


![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik