
Makan cuma nasi dan garam… itulah yang kadang dimakan para santri di Ponpes Nurul Iman.

Di sebuah kampung sederhana di Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, berdiri Pondok Pesantren Nurul Iman yang sudah ada sejak tahun 1973. Pesantren ini didirikan oleh orang tua Ustadz Muhamad Husen dengan satu tujuan mulia yaitu membina akhlak yang baik bagi masyarakat sekitar.

Kini perjuangan itu diteruskan oleh Ustadz Muhamad Husen. Di pesantren sederhana ini, ada 73 santri yang menuntut ilmu agama tanpa dipungut biaya sedikit pun. Mereka terdiri dari 40 santri putra dan 33 santri putri yang tinggal dan belajar dengan segala keterbatasan.
Setiap bulannya pesantren membutuhkan sekitar 15 juta rupiah untuk memenuhi kebutuhan makan, operasional, dan kehidupan para santri. Namun selama puluhan tahun berdiri, pesantren ini hampir tidak pernah memiliki donatur tetap.
Untuk menjaga pesantren tetap berjalan, Ustadz Husen yang memiliki riwayat penyakit asam urat harus bekerja sebagai buruh penjahit jaket. Dari hasil kerja itulah beliau berusaha mencukupi kebutuhan para santri, meski sering kali masih jauh dari cukup.
Pernah suatu hari Ustadz Husen meneteskan air mata karena tidak memiliki uang untuk membeli makanan bagi para santri. Dalam kondisi seperti itu, para santri hanya bisa makan dengan sangat sederhana, bahkan kadang hanya nasi dengan garam.
Meski hidup dalam keterbatasan, semangat para santri di Ponpes Nurul Iman untuk belajar dan memperbaiki akhlak tak pernah padam. Kini kita punya kesempatan menjaga perjuangan pesantren yang telah berdiri lebih dari setengah abad ini. Bantuan yang kita berikan dapat menjadi makanan bagi para santri sekaligus meringankan beban Ustadz Husen yang selama ini berjuang hampir sendirian.

Mari bersama menjadi bagian dari kebaikan ini agar para santri tetap bisa menuntut ilmu dengan layak.

![]()
Belum ada Fundraiser