
Lima kilometer. Sejauh itulah warga Kampung Cisuren, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, harus berjalan demi mendapatkan air di tengah musim kemarau.

Musim kemarau membuat warga Kampung Cisuren, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, harus menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih. Sumber air yang biasanya menjadi andalan warga mengering, sementara kebutuhan air untuk kehidupan sehari-hari tidak pernah berhenti.
Perjalanan sejauh 5 kilometer itu harus ditempuh demi kebutuhan yang paling mendasar yaitu air.
Setiap hari, warga harus mencari sumber air sejak selepas salat Subuh, sekitar pukul 05.00 pagi. Mereka mengambil air hingga sore, bahkan malam hari. Menurut penuturan warga, aktivitas mencari air bahkan bisa berlangsung hingga pukul 20.00 dan pada kondisi tertentu sampai sekitar pukul 22.00.
Perjuangan itu belum selesai setelah air berhasil didapatkan. Air yang tersedia dalam kondisi keruh sehingga tidak bisa langsung digunakan. Warga harus terlebih dahulu menyaringnya, kemudian membiarkannya selama tiga hingga empat malam agar endapan dan kekeruhannya berkurang.

Meski kondisinya jauh dari layak, air tersebut tetap menjadi pilihan warga. Dengan keterbatasan sumber air bersih, mereka terpaksa menggunakan air tersebut untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk dikonsumsi.
Bagi warga Cisuren, mendapatkan air bukan sekadar mengambil air dari sumber. Setiap hari ada waktu, tenaga, dan perjalanan yang harus mereka korbankan agar kebutuhan paling dasar itu terpenuhi.

Warga Cisuren tidak seharusnya terus berjalan jauh hanya untuk mendapatkan air.
Mari bersama-sama hadirkan akses air bersih yang layak untuk warga Cisuren. Karena air bersih bukan kemewahan, melainkan kebutuhan dasar yang berhak didapatkan setiap keluarga.

![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik