
Cuma dibayar 3 sampai 5 ribu rupiah per tas jahitannya, tapi Ustadz Agus nekat menghidupi 120 santri yatim dan dhuafa di kampungnya.
Hati siapa yang tak bergetar melihat perjuangan Ustadz Agus (44 tahun)? Di tengah himpitan ekonomi keluarganya sendiri, pria yang sehari-hari bekerja sebagai penjahit tas di pelosok Garut ini memilih untuk mewakafkan hidupnya demi agama.
Semuanya berawal dari sebuah keresahan di tahun 2015. Ustadz Agus sedih melihat anak-anak di kampungnya tidak ada yang mengajari membaca Al-Quran. Bermodalkan rumah peninggalan orang tuanya, ia mendirikan TPQ Al Mubarok. Dari yang awalnya hanya mengajar anak sendiri, kini lebih dari 120 anak yatim dan dhuafa menggantungkan masa depan akhiratnya pada beliau.
Hebatnya, Ustadz Agus tidak pernah mematok bayaran sepeser pun!

Mayoritas santrinya adalah anak buruh tani yang hidup serba kekurangan. Terkadang, wali santri datang hanya membawa 1 liter beras atau hasil panen seadanya sebagai tanda terima kasih. Bukannya menolak, Ustadz Agus menerimanya dengan senyum syukur yang luar biasa. Baginya, melihat anak-anak pelosok desa terbebas dari buta huruf Al-Quran adalah kebahagiaan sejati yang tak ternilai harganya.
Namun kini, keikhlasan Ustadz Agus sedang diuji dengan sangat berat.
Bangunan TPQ peninggalan orang tuanya itu kini semakin rapuh dimakan usia. Dindingnya retak, atapnya lapuk, dan bocor parah setiap kali hujan deras turun. 120 anak ini harus mengaji dengan perasaan was-was, bertaruh nyawa di bawah atap yang dikhawatirkan bisa roboh sewaktu-waktu menimpa mereka.
Penderitaan tak berhenti di situ. Di dalam ruangan yang sempit dan terancam ambruk itu:
Hanya ada 2 guru yang harus membagi suara dan tenaga untuk membimbing ratusan santri sekaligus.
Ustadz Agus ingin sekali merenovasi bangunan ini dan membelikan Al-Quran baru untuk anak-anak didiknya. Tapi apa daya? Penghasilannya dari menjahit yang tak seberapa itu hanya cukup untuk mengganjal perut keluarganya hari ini.
Sahabat, Ustadz Agus sudah mengorbankan waktu, tenaga, dan sisa hartanya demi mencetak generasi penghafal Quran. Masa kita biarkan beliau memikul beban seberat ini sendirian?
Jika TPQ ini sampai rubuh atau tutup, kemana lagi 120 anak yatim dan dhuafa ini harus belajar agama?

Mari jadikan rezeki kita sebagai saksi amal jariyah di akhirat kelak. Berikan hadiah terbaik untuk perjuangan Ustadz Agus dan senyum santri TPQ Al Mubarok dengan memilih paket kebaikan:
Setiap huruf yang mereka baca dari Al-Quran pemberianmu, dan setiap rakaat shalat di bangunan yang kamu dirikan, insya Allah akan mengalirkan pahala yang tak terputus.
Klik DONASI SEKARANG dan selamatkan TPQ Al Mubarok!

![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik