
Selama sekitar 20 tahun, Ibu Melly Rosana memilih untuk tetap merawat dan memberi makan kucing-kucing yang ditemuinya di jalanan dan pasar.

Bukan hanya satu atau dua ekor. Hingga kini, sekitar 80 kucing tinggal di Shelter Pondok Impian Anabul, sementara sekitar 400 kucing jalanan dan kucing pasar masih rutin mendapatkan makanan melalui kegiatan street feeding yang dilakukan Ibu Melly.
Perjalanan tersebut tidak selalu mudah.
Selama bertahun-tahun, Ibu Melly mengelola rescue dan street feeding secara mandiri. Ia bahkan beberapa kali harus pindah tempat karena diusir dari kontrakan. Ketika kebutuhan anabul tidak terpenuhi, ia pernah berutang, menjual barang pribadi, hingga bekerja sebagai ART untuk mendapatkan biaya pakan dan kebutuhan perawatan.

Semua dilakukan agar anabul yang sudah ia selamatkan tetap bisa makan.
Namun, semakin banyak anabul yang membutuhkan pertolongan, semakin besar pula kebutuhan yang harus dipenuhi.
Untuk memenuhi kebutuhan anabul di shelter dan kegiatan street feeding, pakan harus tersedia setiap hari.
Kebutuhan shelter saat ini mencapai sekitar:
Selain pakan, masih ada kebutuhan obat-obatan, vitamin, perlengkapan kebersihan, tisu, serta biaya medis darurat ketika ada anabul yang sakit.
Total kebutuhan operasional dapat mencapai sekitar Rp35 juta per bulan atau lebih, dan angka tersebut belum termasuk biaya medis darurat.
Ketika stok pakan menipis, kebutuhan untuk puluhan kucing di shelter dan ratusan kucing yang mendapatkan street feeding tetap harus berjalan.
Keterbatasan ruang juga menjadi persoalan.
Saat ini, kapasitas shelter belum sebanding dengan jumlah anabul yang dirawat. Ruang yang terbatas membuat kucing sehat dan kucing sakit terpaksa berada dalam area yang sama.
Padahal, kondisi tersebut meningkatkan risiko penularan penyakit dan membuat proses perawatan menjadi tidak optimal.
Shelter juga masih membutuhkan fasilitas pendukung seperti area pemisahan kucing sakit dan sehat, perlengkapan perawatan, obat-obatan, serta kebutuhan kebersihan.
Selama ini, kebutuhan tersebut masih dipenuhi dari upaya pribadi Ibu Melly, bantuan yang datang sesekali, serta berbagai cara lain yang ia lakukan untuk mempertahankan shelter dan street feeding.
Belum adanya donatur tetap membuat keberlangsungan kebutuhan sehari-hari menjadi tantangan yang terus berulang.
Namun, setelah 20 tahun, Ibu Melly tetap memilih untuk melanjutkan apa yang sudah dimulainya.
Karena bagi anabul yang berada di shelter, makanan dan perawatan bukan sekadar kebutuhan tambahan. Itu adalah kebutuhan yang harus dipenuhi setiap hari.
Melalui campaign ini, bantuan akan digunakan untuk membantu memenuhi:
Selama 20 tahun, Ibu Melly telah berusaha menjadi tempat bergantung bagi anabul yang tidak memiliki tempat untuk pulang.
Kini, ia tidak harus berjuang sendirian.
Mari bantu Shelter Pondok Impian Anabul agar pakan tetap tersedia, anabul yang sakit mendapatkan perawatan, dan kegiatan street feeding untuk ratusan kucing jalanan tetap dapat berjalan.
Sedikit bantuan dari kita dapat membantu melanjutkan perjuangan yang telah Ibu Melly jalani selama puluhan tahun.

![]()
Belum ada Fundraiser