
Di usianya yang baru 24 tahun, Rahma harus menjalani kehidupan dengan keterbatasan fisik sejak lahir. Namun, keterbatasan itu tidak menghentikannya untuk terus berusaha memenuhi kebutuhan hidup dan membantu pendidikan kedua adiknya.

Setiap hari, Rahma berjualan jajanan anak sekolah dengan modal sekitar Rp200.000. Dari hasil jualannya, ia mendapatkan keuntungan yang harus dibagi untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah kedua adiknya yang masih duduk di bangku SMA dan SD.

Ketika sekolah libur, Rahma berusaha menambah penghasilan dengan berjualan lauk-pauk dari rumah ke rumah. Penghasilannya tidak menentu, sementara kebutuhan hidup dan biaya kontrakan tetap harus dipenuhi.


Sejak kecil, kehidupan Rahma tidak mudah. Ayah kandungnya telah tiada, sementara orang tua sambungnya pergi merantau dan hingga kini belum ada kabar. Rahma pun terus berusaha menjalani hari-harinya dengan kemampuan yang ia miliki.
Di sisi lain, kaki palsu yang membantunya beraktivitas sudah sekitar tujuh tahun belum diganti. Rahma khawatir jika alat tersebut rusak, aktivitas berjualan yang menjadi sumber penghasilannya akan semakin sulit.

Di balik dagangan sederhana yang ia jajakan, ada harapan besar yang ingin Rahma jaga: agar kedua adiknya tetap bisa bersekolah dan memiliki masa depan yang lebih baik.
#ParaPenderma, perjuangan Rahma tidak seharusnya ia pikul sendirian. Uluran tangan kita dapat membantu meringankan kebutuhan hidup keluarganya, mendukung pendidikan kedua adiknya, serta memberi ruang bagi Rahma untuk terus berusaha.
Mari hadir bersama untuk Rahma dan kedua adiknya. Sekecil apa pun kebaikan yang diberikan, semoga menjadi jalan untuk meringankan beban dan menjaga harapan mereka.
Klik Donasi Sekarang. Bantu Rahma melanjutkan perjuangannya demi keluarga.
![]()
Belum ada Fundraiser