

Ketika biaya menjadi penghalang dan jarak menjadi alasan, banyak anak di perkampungan nyaris kehilangan kesempatan belajar. Dari realita inilah Pesantren At-Thohiriyah hadir sejak tahun 2004 di Desa Cinengah, Kec. Rongga, Kab. Bandung Barat. Didirikan oleh Ustaz Asep Kurnia, pesantren ini menjadi tempat belajar gratis bagi anak-anak yang selama ini terpinggirkan oleh keadaan.

Saat ini Pesantren At-Thohiriyah membina 94 santri dengan latar belakang yatim dan dhuafa. Seluruh santri tidak dipungut biaya sedikit pun, karena pesantren meyakini bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk belajar agama dan membentuk akhlak. Di tengah segala keterbatasan, pesantren tetap menjalankan pendidikan TPQ, Madrasah Ibtidaiyah, dan Madrasah Tsanawiyah.

Dalam kesehariannya, proses belajar mengajar dilakukan dengan kondisi yang sangat terbatas. Para santri saat ini harus bermukim di tempat sewaan dan bahkan kegiatan belajar dilakukan di teras rumah warga. Kondisi ini terjadi setelah pada bulan Oktober pesantren terdampak longsor, sehingga fasilitas yang ada tidak lagi aman dan layak digunakan sepenuhnya.


Untuk menjalankan seluruh kegiatan pendidikan, kebutuhan operasional pesantren mencapai sekitar Rp30 juta/bulan. Sayangnya, Pesantren At-Thohiriyah belum memiliki donatur tetap. Ketika kondisi operasional sedang sulit, Ustaz Asep Kurnia yang berstatus sebagai guru PPPK harus menanggung sendiri kekurangan biaya operasional demi memastikan para santri tetap bisa belajar.

Di balik perjuangan ini, ada harapan besar agar para santri bisa terus menimba ilmu agama dalam lingkungan yang lebih layak dan aman. Mari bersama menjaga asa pendidikan anak-anak yatim dan dhuafa di Pesantren At-Thohiriyah. Kebaikan yang kita salurkan hari ini, InsyaAllah menjadi bekal pahala yang terus mengalir.

![]()
Belum ada Fundraiser