
Di usianya yang masih 9 tahun, Adit sudah memikul tanggung jawab besar.
Setiap hari, ia berkeliling menjajakan gorengan buatan tetangganya.
Keuntungannya? Hanya Rp12.000 jika satu keranjang habis terjual.
Adit tinggal di kontrakan kecil bersama tiga saudaranya, dirawat oleh dua sosok luar biasa: Abah Wahyu (70) dan Mak Itoh (65) — kakek dan nenek yang sudah merawat mereka sepenuh hati.
Abah Wahyu tak lagi bisa melihat sejak 30 tahun lalu.
Dulu ia sempat menjadi loper koran.
Sementara Mak Itoh, dulunya bekerja sebagai asisten rumah tangga di perumahan dekat tempat tinggal mereka. Kini, mereka hanya mengandalkan sisa tenaga dan semangat untuk tetap menjaga cucu-cucunya.
Dengan kondisi ekonomi yang serba terbatas, Adit memilih untuk ikut membantu, bukan mengeluh.
Ia berjualan bukan untuk jajan, tapi untuk membeli beras agar keluarganya bisa tetap makan.
Pengin bisa beli HP juga, katanya dengan lirih, sambil tersenyum. Bukan menuntut, hanya menyimpan harapan kecil yang masih jauh untuk dicapai.
Setiap hari, Adit berjalan keliling, menembus panas dan hujan. Ia tak pernah menyerah. Karena ia tahu, kakek dan neneknya tak bisa terus bekerja seperti dulu. Kini giliran Adit yang membantu mereka.
Hari ini, kita bisa bantu Adit dan keluarganya.
Agar mereka bisa makan dengan layak, tinggal di tempat yang aman, dan Adit bisa kembali fokus belajar—seperti anak-anak lain seusianya.
🙏 Donasi sekecil apa pun akan sangat berarti.
Mari bantu perjuangan kecil ini tumbuh jadi harapan besar.
![]()
Belum ada Fundraiser