
Di sebuah sudut Kabupaten Cirebon, terdapat sebuah tempat yang selama puluhan tahun menjadi rumah bagi mereka yang sering terlupakan. Anak-anak tunanetra, tunarungu, tunagrahita, anak yatim piatu, hingga para lansia hidup dan bertumbuh bersama di Yayasan Beringin Bhakti. Yayasan ini telah berdiri sejak tahun 1982 dan terus membuka pintunya bagi mereka yang membutuhkan kasih sayang, pendidikan, dan tempat untuk pulang.
Namun, di balik dedikasi yang telah berlangsung selama 44 tahun, tersimpan perjuangan yang tak banyak diketahui orang.
Saat ini, puluhan anak disabilitas dan sekitar 85 lansia menggantungkan harapan mereka pada yayasan ini setiap hari. Mereka membutuhkan pendidikan, pendampingan, perawatan, serta fasilitas yang layak untuk menunjang kehidupan dan masa depan mereka.
Sayangnya, Yayasan Beringin Bhakti belum memiliki donatur tetap. Selama ini, operasional yayasan hanya mengandalkan bantuan yang datang sesekali dan dana yayasan yang sangat terbatas. Di tengah kebutuhan yang terus berjalan setiap hari, ketidakpastian bantuan menjadi tantangan yang berat.
Bukan hanya kebutuhan harian yang harus dipenuhi. Masih ada berbagai kebutuhan penting yang belum terpenuhi karena keterbatasan dana. Mulai dari kebutuhan pendidikan khusus, fasilitas belajar, hingga sarana pengembangan keterampilan bagi anak-anak disabilitas yang sedang berjuang meraih kemandirian.
Setiap hari, para pengurus mengabdikan waktu dan tenaga mereka sepenuhnya untuk merawat, membimbing, dan mendampingi para penghuni. Mereka terus bertahan meski tanpa jaminan adanya bantuan rutin. Bagi mereka, melihat seorang anak disabilitas yang awalnya bergantung pada orang lain kemudian mampu berkarya dan mandiri adalah kebahagiaan yang tak ternilai.

Perjuangan itu tidak bisa mereka jalani sendirian. Saat ini, kebutuhan paling mendesak yang diperlukan adalah fasilitas pendidikan bagi anak-anak disabilitas, seperti Al-Qur'an Braille dan laboratorium komputer yang dapat membantu mereka belajar, berkembang, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Bantuan juga akan digunakan untuk pengembangan sekolah luar biasa (SLB), fasilitas panti, serta program keterampilan yang menjadi bekal kemandirian mereka di masa depan.
Bayangkan jika layanan yang selama ini menopang kehidupan mereka harus berkurang karena keterbatasan dana. Anak-anak disabilitas kehilangan kesempatan belajar dan berkembang, sementara para lansia kehilangan perhatian serta pendampingan yang mereka butuhkan. Risiko itu nyata jika yayasan tidak mendapatkan dukungan yang cukup.
Hari ini, kita bisa menjadi bagian dari harapan mereka. Mari ulurkan tangan untuk membantu Yayasan Beringin Bhakti terus memberikan kehidupan yang lebih layak bagi anak-anak disabilitas dan para lansia yang membutuhkan. Berapa pun bantuan yang diberikan akan menjadi langkah besar untuk menjaga pendidikan, perawatan, dan masa depan mereka tetap berjalan.
Karena setiap anak berhak bermimpi, dan setiap lansia berhak menikmati hari tua dengan penuh kasih sayang.

![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik