
Tidak semua bayi lahir dengan pelukan yang utuh.
Sebagian hadir ke dunia tanpa kesiapan, tanpa perlindungan, bahkan tanpa siapa pun yang menunggu mereka pulang.
Sejak 2017, Rumah Bayi Bandung berdiri dari sebuah keprihatinan sederhana:
melihat begitu banyak bayi terlantar karena tidak diharapkan oleh orang tuanya.
Di tempat inilah, bayi-bayi itu akhirnya memiliki rumah pertama yang aman.
Saat ini, Rumah Bayi Bandung merawat 68 anak yatim, piatu, dan dhuafa, termasuk 8 bayi berusia 0 bulan hingga 4 tahun.
Mereka datang dengan cerita yang berbeda, namun memiliki satu kesamaan
mereka membutuhkan perlindungan, kasih sayang, dan kesempatan untuk hidup layak.
Di antara mereka, ada kisah Raffa (4 tahun) serta adik-adiknya, Lala dan Lili (2 tahun).
Tiga bersaudara kecil yang harus menghadapi kenyataan pahit terlalu dini.
Ayah mereka pergi tanpa tanggung jawab, sementara sang ibu mengalami depresi akut.
Suatu hari, saat sang ibu hendak menitipkan anak-anaknya ke panti,
sebuah kecelakaan tragis terjadi.
Raffa dan kedua adiknya mengalami luka di sekujur tubuh, sementara sang ibu mengalami patah kaki.
Kini, sang ibu harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa,
dan ketiga anak ini sepenuhnya bergantung pada Rumah Bayi Bandung untuk bertahan hidup.
Merawat bayi dan balita bukan hal yang mudah.
Setiap hari, kebutuhan dasar seperti susu formula, pampers, minyak telon, dan perlengkapan mandi harus selalu tersedia.
Belum lagi kebutuhan operasional panti yang mencapai sekitar Rp35.000.000 setiap bulan,
agar anak-anak bisa terus makan, dirawat, dan tumbuh dengan aman.
Rumah Bayi Bandung berdiri di atas lahan wakaf,
dengan bangunan sederhana berbahan kayu dan GRC.
Seiring waktu, beberapa bagian bangunan mulai mengalami kebocoran,
terutama saat hujan turun, sehingga membutuhkan perhatian agar tetap layak dan aman bagi bayi-bayi di dalamnya.
Anak-anak ini tidak pernah memilih untuk dilahirkan dalam kondisi sulit.
Namun kita semua bisa memilih untuk hadir, peduli, dan menjadi bagian dari hidup mereka.
Setiap bantuan yang kamu titipkan hari ini
akan berubah menjadi susu di botol bayi,
popok yang kering,
dan ruang aman untuk tumbuh dan berharap.
Mari bersama menjaga Rumah Bayi Bandung,
karena bagi mereka, ini bukan sekadar panti—ini adalah satu-satunya rumah yang mereka miliki.
![]()
Belum ada Fundraiser