
Sudah lebih dari 3 tahun Bu Sopiah berjuang melawan penyakit yang membuat kondisi tubuhnya semakin lemah.

Benjolan di wajahnya semakin besar, disertai luka terbuka yang terus mengeluarkan darah. Bu Sopiah juga kesulitan bernapas dan makan. Kini, ia harus menggunakan selang NGT untuk memenuhi kebutuhan makannya.
Di tengah kondisi itu, ada seorang anak yang terus berusaha berada di sisi ibunya.
Namanya Pak Popo.
![]()
Setiap hari, Pak Popo harus bekerja sebagai pegawai toko grosir dengan penghasilan sekitar Rp1,5 juta per bulan. Penghasilan yang tidak seberapa itu harus dibagi untuk menghidupi istri dan anaknya, membayar kebutuhan rumah, sekaligus membantu biaya perawatan sang ibu.
Karena harus bekerja dari pagi hingga sore, Pak Popo tidak bisa menemani ibunya setiap hari.
Dengan berat hati, ia menitipkan Bu Sopiah di rumah singgah dekat RSHS agar ibunya tetap bisa mendapatkan tempat tinggal dan perawatan selama dirinya bekerja.
Tapi setiap kali mendapat hari libur, Pak Popo selalu datang menjenguk.
Ia juga tetap mengirimkan uang untuk membeli makanan dan alat-alat medis yang dibutuhkan ibunya.
Bahkan ketika uangnya tidak cukup untuk membeli alat medis, Pak Popo terkadang harus meminta bantuan terlebih dahulu kepada pihak rumah singgah.
Bukan karena Pak Popo tidak ingin merawat ibunya sendiri.
Ia hanya harus tetap bekerja agar keluarganya bisa bertahan, sambil terus berusaha memastikan ibunya tetap mendapatkan perawatan.
Kini, Bu Sopiah masih membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pengobatannya. Diantaranya:
Mari bantu ringankan beban Popo, agar di tengah perjuangannya mencari nafkah, ia tidak harus sendirian memikirkan biaya perawatan ibunya.

![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik