ImagePerjuangan Ojol: Hidupi 25 Anak Panti & Rawat Anak...
Image

Perjuangan Ojol: Hidupi 25 Anak Panti & Rawat Anak Istimewa

Rp 250.640 terkumpul dari Rp 70.000.000
2 Donasi 2 bulan, 26 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

Pernah koma 2 minggu dan kaki remuk, tapi menyerah bukan pilihan bagi Pak Iwan. Bayangkan, setiap hari selepas subuh, Pak Iwan (55) sudah harus bertaruh nyawa di aspal kota. Sejak 2015, jalanan adalah tumpuan hidupnya. Namun, di balik seragam ojek daringnya, ia memikul beban yang tak terbayangkan oleh banyak orang.

Rp50.000 sehari. Itulah harga keringat Pak Iwan dari pagi hingga tengah malam. Angka yang seringkali tak cukup untuk kebutuhan dasar, apalagi rasa sakit di kakinya akibat kecelakaan hebat tahun 2017 silam tak pernah benar-benar hilang. Kakinya pernah patah ditabrak mobil, membuatnya tak berdaya di ruang ICU selama dua minggu. Tapi ia kembali memacu motornya, karena ada nyawa yang harus ia sambung di rumah.

Di rumah, ada anak istimewa yang menantinya dengan penuh harap. Beban Pak Iwan bukan hanya tentang bensin dan setoran. Di rumah sederhananya, ia merawat anak kandungnya yang merupakan anak istimewa yang membutuhkan perhatian serta biaya pengobatan ekstra setiap harinya. Namun, hati Pak Iwan seluas samudera—ia tak hanya berhenti di sana.

Kaki remuk itu harus berdiri kuat untuk 25 anak yatim dan piatu. Dengan segala keterbatasan, Pak Iwan justru memilih jalan yang paling sulit: menjadi pengelola panti asuhan. Ada 25 anak, dari usia TK hingga SMA, yang menggantungkan urusan makan, sekolah, hingga masa depan mereka pada hasil narik Pak Iwan. Ia tak ingin mereka merasa kesepian dan kehilangan arah seperti yang pernah ia rasakan.

 

Lelah bisa ditahan, tapi amanah tak boleh runtuh. Di sela kepulan asap jalanan, Pak Iwan masih sempat mengabdi sebagai pengurus masjid (DKM). Baginya, hidup adalah tentang mengabdi: pada Allah, pada keluarga, dan pada anak-anak yatim. Harapannya sederhana: ia hanya ingin anak-anak panti tetap bisa makan dan belajar dengan layak. Ia tak meminta mewah, ia hanya ingin amanahnya terjaga.

Mari menjadi penopang kaki Pak Iwan yang pernah remuk. Satu orang pejuang tak mungkin berdiri sendiri selamanya. Uluran tangan kita adalah harapan bagi 25 anak panti dan satu anak istimewa untuk tetap memiliki masa depan. Sekecil apa pun dukunganmu, adalah napas bagi perjuangan Pak Iwan.

Baca selengkapnya ▾

  • Februari, 3 2026

    Campaign is published

Muhammad Rizky Aprianto9 menit yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 150.346
Maya Wardani3 jam yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 100.294

Fundraiser

Belum ada Fundraiser

Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close