
Selama 19 tahun, Pak Ade mengabdikan dirinya sebagai guru honorer sekaligus guru ngaji. Meski hidup dalam keterbatasan, beliau tetap setia mendidik anak-anak sambil berjuang memenuhi kebutuhan keluarganya.

Namun, pengabdian itu tak membuat ujian berhenti datang.
Pak Ade harus menghidupi tujuh orang anak, salah satunya merupakan penyandang disabilitas yang membutuhkan perhatian dan pendampingan lebih.
Belum sempat kondisi ekonomi membaik, musibah kembali menghampiri. Anak bungsunya mengalami kecelakaan hingga koma dan harus menjalani perawatan selama beberapa hari di rumah sakit. Biaya pengobatan menguras tabungan bahkan menghabiskan modal usaha kecil sang istri yang sebelumnya berjualan jajanan anak sekolah.

Kini, di usia yang mendekati masa pensiun, Pak Ade dan keluarganya bahkan belum memiliki rumah sendiri. Mereka tinggal di sebuah ruang kelas sekolah yang sudah tidak lagi digunakan sebagai tempat berteduh.

Meski begitu, Pak Ade tidak menyerah. Beliau berharap memiliki modal usaha sederhana agar sang istri dapat kembali berjualan dan membantu memenuhi kebutuhan keluarga, sehingga kehidupan mereka perlahan dapat bangkit.
#ParaPenderma, perjuangan Pak Ade belum usai. Hari ini, kita bisa menjadi bagian dari ikhtiar untuk membantu beliau menjaga harapan dan menyelamatkan masa depan keluarganya.
Mari ulurkan tangan untuk Pak Ade dan keluarganya. Semoga setiap donasi yang kita titipkan menjadi amal jariyah serta menghadirkan harapan baru bagi mereka.
Klik tombol Bantu Sekarang. 🤲
![]()
Belum ada Fundraiser