
Di usia 11 tahun, Nia seharusnya berangkat sekolah sambil menggenggam tangan orang tuanya.
Namun hari-harinya justru diisi dengan berjalan kaki menjajakan kue dari kampung ke kampung.

Nia adalah penjual kue keliling.
Ia mulai membantu keluarganya bertahan hidup sejak sang ibu mengalami kecelakaan hebat yang membuat kakinya remuk dan sulit digerakkan.
Sejak saat itu, Nia memilih turun ke jalan bukan karena dipaksa, melainkan karena ingin membantu ibunya.

Setiap hari, Nia berjualan menyesuaikan jam sekolah. Kadang pagi, kadang sore, bahkan hingga malam.Penghasilannya tak seberapa.Pernah seharian berjualan, Nia hanya membawa pulang sekitar Rp20.000.Bahkan ada hari-hari ketika dagangannya tak laku sama sekali.
Yang lebih berat, Nia mengidap epilepsi.
Ia seharusnya rutin menjalani terapi, namun pengobatan itu terpaksa dihentikan karena keterbatasan biaya. Kini, Nia berjualan sambil menahan risiko kejang yang bisa datang kapan saja.
Nia tinggal bersama kakek dan neneknya di Cirengkrang.
Ia berusaha mandiri, membantu sebisanya, tetap berjualan, dan tetap bersekolah.
Bagi Nia, kebahagiaan bukan tentang mainan atau liburan,
melainkan bisa membantu ibunyan dan tetap sekolah seperti anak-anak lain.

Saat ini, Nia dan keluarganya sangat membutuhkan bantuan.
Untuk terapi epilepsi Nia, pengobatan dan rehabilitasi sang ibu, serta kebutuhan hidup sehari-hari.
Tanpa bantuan, kondisi Nia berisiko memburuk dan bisa membahayakan nyawanya.
Mari kita bantu Nia.
Agar ia bisa kembali menjalani terapi, tetap bersekolah, dan memiliki masa depan yang lebih aman.
Sekecil apa pun bantuanmu, sangat berarti bagi langkah kecil Nia.


![]()
Belum ada Fundraiser