

Saat sebagian orang menikmati masa tua dengan beristirahat, Nenek Kurniasih (81 tahun) masih harus berjuang mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Setiap dini hari, tepat pukul 1, Nenek sudah mulai menggoreng kicimpring yang akan dijual. Selepas salat Subuh, beliau berangkat membawa dagangannya dan berkeliling dari satu tempat ke tempat lain hingga menjelang siang.

Lebih dari 10 tahun, Nenek Kurniasih menjalani pekerjaan ini. Dengan penghasilan yang tidak menentu, beliau tetap bertahan untuk membeli beras dan mencukupi kebutuhan hidupnya.
Suaminya telah meninggal dunia. Anak semata wayangnya kini sudah berkeluarga dan tinggal terpisah. Di usia yang semakin renta, Nenek hanya mengandalkan hasil jualan kecilnya untuk bertahan.

Tubuhnya pun mulai melemah. Nenek sering merasa pusing dan kakinya sudah tidak kuat digunakan untuk jongkok. Namun, beliau tetap memilih bekerja karena tidak ingin menjadi beban bagi orang lain.
Di balik keterbatasannya, Nenek Kurniasih memiliki hati yang begitu mulia. Suatu hari, beliau menemukan sebuah dompet berisi uang. Bukannya mengambilnya, Nenek justru meminta bantuan untuk mengantarkan dompet tersebut kembali kepada pemiliknya.
"Nenek sudah tua, kalau dompet itu diambil nanti takut membawa dosa." ujar beliau.

Kini, harapan Nenek Kurniasih sangat sederhana. Beliau ingin tetap bisa memenuhi kebutuhan makan sehari-hari dan memiliki kios kecil agar tidak perlu lagi berkeliling menjual kicimpring di usia senjanya.
Mari hadirkan kepedulian untuk Nenek Kurniasih.
Semoga bantuan yang diberikan menjadi jalan kebaikan, membawa keberkahan, serta membuat hari tua beliau lebih tenang dan bahagia.
![]()
Belum ada Fundraiser