
Setiap hari pukul 5 subuh setelah selesai sholat, Nenek Kurniasih mulai menyiapkan dagangannya. Di usia 81 tahun, saat banyak orang beristirahat di rumah, Nenek Kurniasih masih berjalan keliling menjual kicimpring agar bisa membeli beras untuk makan di hari itu.

Dari Pasar Cikutra, Ujungberung, Kircon hingga BTN, nenek berkeliling membawa dagangannya dengan harapan ada yang membeli. Kicimpring yang dijual hanya Rp4.000 per bungkus. Namun dalam sehari, penghasilan yang nenek dapatkan sering kali hanya sekitar Rp10.000 sampai Rp15.000. Jumlah yang sangat kecil untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Kicimpring yang dijual nenek berasal dari bahan mentah yang diberikan sebagai modal dari Ciparay. Setiap siang sekitar pukul satu, nenek menggoreng kicimpring tersebut sendiri untuk dijual kembali keesokan harinya. Semua proses itu dilakukan sendiri. Suami Nenek Kurniasih sudah lama meninggal dunia. Ia memiliki satu anak, namun anaknya sudah berkeluarga dan tinggal terpisah. Kini nenek menjalani hari-harinya seorang diri.
Karena penghasilannya tidak menentu, terkadang nenek harus berutang beras di warung agar tetap bisa makan. Jika ada uang dari hasil jualan, hal pertama yang nenek lakukan adalah membayar utang tersebut. Di usia tuanya, nenek tidak ingin meninggalkan hutang.
Di usianya sekarang, tubuh nenek juga sudah tidak lagi sekuat dulu. Ia sering merasa pusing, dan kakinya sudah sulit digunakan untuk jongkok atau berdiri lama. Namun nenek tetap berjualan karena dari situlah ia bisa bertahan hidup. Meski hidup dalam keterbatasan, Nenek Kurniasih dikenal sebagai pribadi yang sangat jujur dan baik. Pernah suatu hari nenek menemukan dompet berisi uang dalam jumlah besar di jalan. Alih-alih mengambilnya, nenek justru mencari cara agar dompet tersebut bisa kembali kepada pemiliknya.
Di usia senjanya, harapan Nenek Kurniasih sebenarnya sangat sederhana. Ia hanya ingin tidak kekurangan beras untuk makan, dan suatu hari bisa memiliki kios kecil untuk berjualan, agar tidak perlu lagi berjalan jauh setiap pagi membawa dagangan.
Bagi banyak orang, hal itu mungkin terlihat sederhana. Namun bagi Nenek Kurniasih, itu adalah harapan besar di usia yang tidak lagi muda.

Hari ini kita bisa menjadi bagian dari harapan itu. Bantuan kecil dari kita dapat membantu memenuhi kebutuhan makan nenek dan memberikan modal usaha agar ia bisa berjualan dengan lebih layak tanpa harus berjalan jauh setiap hari.
Mari bantu Nenek Kurniasih agar masa tuanya bisa dijalani dengan lebih tenang. 🤍

![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik