
Mbah Salikin berusia 82 Tahun, mengendarai sepeda tua di setiap jam 6 pagi sampai jam 12 siang di sekitar Kec. Cangkuang, Kab, Bandung. Bukan untuk berolah raga, Mbah mengitari jalan untuk menjajakan bubur kacang dan mencari rongsokan.

Ditemani sepeda satu-satunya, gerobaknya penuh tambalan, ternyata Mbah Salikin alami kecelakaan sebelumya. Pada saat berjualan ia tersenggol mobil dan jatuh ke dalam parit, rodanya hancur dan kaki nya tertancap paku.
Sempat merugi dan kesakitan, Mbah Salikin tetap berjuang mencari nafkah, hal itu tidak serta merta dilakukan untuk dirinya sendiri. Ada keluarga yang harus ia hidupi, ada istrinya yang memerlukan pengobatan.
Istrinya menderita patah tulang pada kedua kakinya dan memerlukan bantuan dari kursi roda. Selain itu istrinya juga menderita diabetes, seringkali ia merasa pusing dan buang air.

Mbah Salikin hanya mengadalkan jualannya, yang penghasilannya kurang dari 50.000 setiap hari, uang itu biasanya ia pakai untuk makan, modal dagang, ongkos serta biaya berobat sang istri.
Seringkali uang yang didapatnya tak cukup untuk berobat, Mbah terpaksa meminjam kepada keluarga atau tetangganya, seingkali Mbah merasa malu alhasil ia tetap berjualan di usia senjanya 82 tahun.
Mbah Salikin masih ingin berjuang, ia berharap peralatan dagangnya dapat diperbaiki dan mendapat bantuan untuk biaya pengobatan istrinya.
Mbah sudah berjuang begitu banyak, mari kita ulurkan tangan untuk saudara kita Mbah Salikin agar mendapat kehidupan yang lebih layak.

![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik