
Baru 3 bulan lalu, warga Desa Sambinasi, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, bisa kembali beribadah dengan lebih nyaman setelah bagian kanopi Masjid Shuda Dami selesai direnovasi. Namun, gempa yang mengguncang wilayah NTT membuat semuanya berubah.

Masjid yang selama ini menjadi tempat ibadah warga kini rusak total dan sudah tidak memungkinkan untuk direnovasi. Bangunannya harus dibangun kembali dari awal. Padahal, Masjid Shuda Dami merupakan satu-satunya masjid di Desa Sambinasi. Jarak warga yang beribadah ke masjid pun hanya sekitar 300 meter dari permukiman mereka.
Kini, untuk tetap bisa melaksanakan salat berjamaah, warga terpaksa menggunakan tenda sebagai tempat ibadah darurat.

Masjid Shuda Dami sudah berdiri sejak 2009. Dahulu, masjid ini berada di pinggir pantai. Namun, tingginya kadar garam membuat bagian-bagian bangunan cepat keropos hingga akhirnya masjid dipindahkan. Setelah bertahun-tahun menjadi tempat warga beribadah, kini bangunan tersebut kembali harus menghadapi kerusakan berat akibat gempa.
Bagi warga Sambinasi, kehilangan masjid bukan hanya kehilangan sebuah bangunan. Sebab, di desa ini hanya ada satu masjid yang menjadi tempat warga berkumpul dan beribadah.
Namun, mereka tetap berharap Masjid Shuda Dami bisa segera berdiri kembali agar tidak selamanya beribadah di tenda.
Bukan hanya bangunan masjid yang ingin diperbaiki. Tempat wudu juga perlu dibenahi agar warga dapat beribadah dengan lebih layak.
Di tengah kondisi pascagempa, warga Sambinasi masih berusaha mempertahankan aktivitas ibadah mereka meski harus menggunakan tenda.
Bantuan yang dibutuhkan berupa:
Mari bantu wujudkan kembali tempat ibadah untuk warga Desa Sambinasi. Sedikit dukungan dari kita bisa menjadi jalan agar mereka kembali memiliki masjid yang aman dan layak untuk beribadah.
Bantu bangun kembali Masjid Shuda Dami dan hadirkan tempat ibadah yang layak untuk warga Sambinasi.

![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik