
Wujudkan Masjid Layak di Pelosok Jawa Barat
Di tengah keterbatasan masyarakat pelosok Jawa Barat, masih ada masjid yang harus digunakan meski kondisinya sudah jauh dari kata layak.
Atap yang bocor, dinding dan tiang yang lapuk, hingga lantai yang rapuh menjadi bagian dari keseharian jamaah. Padahal, masjid-masjid ini bukan hanya tempat shalat, tetapi juga menjadi tempat anak-anak belajar mengaji dan warga berkumpul untuk kegiatan keagamaan.
Bukan karena warga tidak peduli, sebagian besar masyarakat di sekitar masjid bekerja sebagai buruh tani dan hidup dalam keterbatasan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja tidak mudah, apalagi mengumpulkan biaya untuk merenovasi bangunan yang sudah puluhan tahun berdiri.
Kami menemukan kondisi ini di lima masjid di pelosok Jawa Barat.
1. Masjid Nurul Huda - Kampung Cibatu, Desa Gununghalu, Kec. Gununghalu, Kab. Bandung Barat

Masjid Nurul Huda telah berdiri sekitar 20 tahun dan menjadi tempat ibadah bagi sekitar 170 keluarga serta tempat mengaji bagi 50 santri. Masjid ini juga digunakan untuk shalat tarawih dan pengajian rutin warga.
Namun, kondisi bangunannya kini semakin mengkhawatirkan. Tiang-tiang berbahan kayu mulai lapuk. Dinding kayu dan bilik juga sudah mengalami kerusakan, sementara atap masjid bocor parah. Ketika malam tiba, penerangan bahkan masih mengandalkan lilin.
Dengan masjid jami terdekat yang berjarak sekitar 3 kilometer, Masjid Nurul Huda menjadi tempat ibadah yang sangat penting bagi warga sekitar. Sayangnya, keterbatasan pengurus dan warga membuat renovasi belum mampu dilakukan.
2. Masjid Hidayatullah - Desa Pasireungit, Paseh, Kabupaten Sumedang

Masjid Hidayatullah dibangun pada tahun 2000 dari hasil wakaf seorang warga. Selama lebih dari dua dekade, masjid yang berdiri di atas balong ini belum pernah mendapatkan renovasi. Masjid ini digunakan oleh lebih dari 100 KK dari tiga desa sekitar. Saat Ramadan, kapasitas sekitar 100 jamaah tidak lagi mencukupi hingga jamaah shalat tarawih meluber ke jalan.
Kondisi bangunannya pun semakin rusak. Dinding bilik telah hancur, material kayu dan struktur atap mulai lapuk, serta kebocoran kerap terjadi ketika hujan. Karena berdiri di atas balong, kekuatan struktur penyangganya juga membutuhkan perhatian khusus.
3. Masjid Al Mutadhlo - Desa Margaluyu, Kabupaten Cianjur

Selama sekitar 25 tahun, Masjid Al Mutadhlo menjadi tempat ibadah bagi sekitar 120 KK. Masjid ini juga digunakan oleh pedagang keliling dan pengendara ojek yang singgah untuk beribadah. Namun kapasitasnya hanya sekitar 20 jamaah, sehingga warga harus bergantian saat shalat berjamaah.
Kondisi bangunannya juga mengkhawatirkan. Papan lantai sudah rapuh dan berlubang, dinding bilik mulai rusak, sementara atap mengalami kebocoran. Sarana wudhu dan MCK pun sudah tidak layak digunakan. Warga berharap masjid ini dapat direnovasi agar mereka bisa beribadah tanpa rasa khawatir.
4. Masjid Bani Mangsur - Desa Sindulang, Cimanggung, Kabupaten Sumedang

Masjid Bani Mangsur telah berdiri sejak tahun 1975 dan digunakan oleh sekitar 200 KK dari dua RT. Renovasi terakhir dilakukan pada tahun 1995. Setelah puluhan tahun, banyak bagian bangunan kembali mengalami kerusakan.
Dinding mengalami keretakan, atap bocor, dan kusen mulai lapuk. Pergeseran tanah yang pernah terjadi juga menyebabkan keretakan pada tembok dan kusen. Konstruksi atap bahkan belum pernah direnovasi sejak masjid pertama kali dibangun.
Masjid ini juga digunakan untuk shalat Idulfitri, tetapi kapasitas sekitar 100 jamaah sering kali tidak mampu menampung seluruh warga. Sementara fasilitas MCK dan tempat wudhu masih belum memadai.
5. Masjid/Tajug Roudotul Hasannah - Kp. Pasir Ekek RT 02/RW 06, Desa Sukamanah, Kab. Bandung Barat

Masjid/Tajug Roudotul Hasannah menjadi tempat ibadah sekaligus tempat anak-anak belajar mengaji bagi sekitar 50 KK. Namun bangunan yang telah berdiri sekitar 26 tahun ini belum pernah mendapatkan perbaikan.
Ruang masjid banyak mengalami kebocoran. Lantainya masih menggunakan bambu dan sudah rentan membuat jamaah maupun anak-anak terperosok. Tempat wudhu juga tidak dapat digunakan, sementara banyak Al-Qur'an yang tersedia telah rusak.
Padahal, anak-anak tetap antusias datang untuk mengaji. Kini mereka membutuhkan tempat yang lebih aman dan layak untuk beribadah serta belajar.
Mereka Tidak Membutuhkan Masjid Mewah, Hanya Tempat Ibadah yang Aman
Kelima masjid ini mungkin berbeda kondisi dan kebutuhannya. Namun bagi warga, semuanya punya arti yang sama: menjadi tempat untuk shalat, mengaji, dan berkumpul dalam kegiatan keagamaan.
Sayangnya, keterbatasan ekonomi membuat warga belum mampu memperbaiki kerusakan yang terus bertambah. Atap yang bocor, lantai yang rapuh, hingga dinding dan tiang yang lapuk bukan hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga dapat membahayakan jamaah.
Melalui program ini, kami berikhtiar membantu renovasi masjid-masjid di pelosok Jawa Barat sesuai kebutuhan masing-masing, mulai dari perbaikan struktur, atap, dinding, dan lantai hingga fasilitas wudhu, MCK, serta sarana ibadah.
Masjid-masjid ini telah menemani warga selama puluhan tahun. Kini, mari bantu agar mereka tetap memiliki tempat untuk bersujud dan belajar agama dengan aman dan nyaman.

![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik