

Pukul lima subuh, ketika dunia masih terlelap dalam selimut hangat, tangan renta Mak Iyet (80 thn) sudah gemetar menyusun sisir-sisir pisang di pelataran kayu lapuknya. Di bawah temaram lampu minyak, ia berharap hari ini ada keajaiban yang datang melalui pembeli. Harga pisangnya hanya Rp4.000, namun bagi Mak Iyet, angka itu adalah penentu apakah ia bisa makan atau harus kembali menelan ludah dan berpuasa. Sudah terlalu sering ia hanya meneguk air putih dingin untuk mengganjal perutnya yang perih hingga malam tiba, hanya karena tak ada satu pun pisang yang laku terjual.

Dulu, Mak Iyet adalah sosok tangguh yang melintasi desa-desa dengan beban di pundak. Namun kini, kaki yang dulu kuat itu telah kalah oleh nyeri lutut hebat dan sesak napas yang kian mencekik. Hidup sebatang kara tanpa suami, anak, maupun keluarga, Mak Iyet menjalani sisa usianya dalam sunyi yang pekat. Rumah mungilnya tak tersentuh listrik; ia tidur dalam kegelapan total, ditemani batuk yang menyiksa akibat gangguan paru-paru. Kalau Mak menyerah, siapa yang akan mengurus Mak? Kaki ini sakit, telinga ini sudah kurang mendengar, tapi perut ini tidak bisa menunggu, bisiknya pelan dengan mata yang mulai kabur.
Kebaikan Anda adalah jawaban dari doa-doa yang Mak Iyet panjatkan di setiap sujudnya yang berat. Kita tidak hanya memberinya uang, tapi memberikan martabat dan kenyamanan yang sudah lama hilang

Waktu tidak berpihak pada Mak Iyet. Setiap hari yang ia lewati tanpa pengobatan paru-paru dan gizi yang cukup adalah ancaman bagi nyawanya. Jangan biarkan Mak Iyet merasa benar-benar terlupakan oleh dunia di masa senjanya yang rapuh. Kami berkomitmen penuh untuk mendampingi Mak Iyet, memperbaiki rumahnya, dan memastikan ia tak lagi tidur dalam gelap dan kelaparan. Kepercayaan Anda adalah amanah bagi kami untuk mengubah gubuk sunyi itu menjadi tempat yang hangat dan penuh harapan.
Maukah Anda menjadi alasan Mak Iyet bisa tersenyum esok pagi?

![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik