
Mak Hotimah berusia 67 tahun. Di usia yang seharusnya dihabiskan untuk beristirahat, beliau justru masih harus berjalan dari kampung ke kampung, memanggul tampah dagangannya. Setiap langkah dijalani dengan tubuh yang semakin melemah, rasa sakit di perut dan punggung yang sering datang tiba-tiba, serta lelah yang menumpuk setiap hari.

Mak Hotimah bukan tidak ingin berhenti. Tapi di rumah kecil yang sederhana, hanya ada ia dan putrinya yang mengalami sakit jiwa. Mereka hidup berdua, saling bergantung, tanpa ada penghasilan lain selain dari tampah yang Mak jual keliling. Jika Mak berhenti bekerja, maka mereka tidak tahu harus makan dari mana.

Mak Hotimah memiliki penyakit lambung kronis. Rasa perih, mual, dan lemas sudah menjadi teman sehari-hari. Bahkan, Mak pernah muntah darah karena sakitnya sudah terlalu parah. Namun esoknya, Mak tetap memaksa bangun dan kembali berjualan. Bukan karena Mak kuat, tapi karena Mak tidak punya pilihan lain.
Cape banget tapi mau gimana lagi, mungkin emang udah takdir emak… begitu ucapan Mak Hotimah sambil menahan air mata. Setiap hari Mak menahan sakitnya sendiri, karena baginya, kebutuhan putrinya jauh lebih penting daripada rasa sakit yang ia rasakan.

Dalam sehari, penghasilan Mak Hotimah hanya sekitar Rp20.000. Jumlah itu sering kali tidak cukup untuk makan layak. Tidak jarang Mak harus berutang ke warung, hanya untuk membeli nasi dan garam. Untuk berobat, Mak membutuhkan biaya hingga jutaan rupiah, angka yang terasa sangat jauh dari jangkauannya.

Hari ini, harapan Mak Hotimah sebenarnya sangat sederhana. Mak hanya ingin bisa berobat agar sakitnya tidak semakin parah. Mak juga berharap memiliki sedikit modal agar bisa berjualan dari rumah, tanpa harus lagi memaksakan tubuhnya berjalan jauh setiap hari.
Uluran tangan kita bisa menjadi jawaban atas harapan Mak Hotimah. Bagi kita, mungkin nilainya tidak seberapa. Namun bagi Mak Hotimah, bantuan ini adalah harapan untuk bisa bertahan hidup tanpa harus terus menahan sakit sendirian. Mari bersama ringankan langkah Mak Hotimah. Jangan biarkan beliau terus berjuang dalam diam.

![]()
Belum ada Fundraiser