
Ibu Apong, perempuan tua berusia 72 tahun yang dengan segala keterbatasannya masih bertahan untuk mencari nafkah. Ibu Apong, asli dari Garut, dulu menjalani hari-harinya dengan mengais rezeki sebagai pemulung. Hidupnya mungkin sudah keras sejak dulu, namun kejadian tak terduga menambah berat beban di pundaknya.
Suatu subuh, sekitar jam 5 pagi, nasib mempertemukan Ibu Apong dengan geng motor yang melaju tanpa ampun. Kecelakaan itu mengubah hidupnya selamanya. Patah kaki yang ia alami memaksanya bergantung pada tongkat setiap kali ia harus berdiri atau berjalan.
Dengan alat bantu jalan, Ibu Apong kini beralih menjadi penjual tisu, mencoba menyambung hidup meski hanya dengan keuntungan yang sangat minim.Setiap hari, sejak pagi hingga sore, ia berada di tepi jalan, menawarkan sebungkus tisu kepada mereka yang berlalu. Namun, kenyataannya, tisu yang terjual hanya 5 atau 6 bungkus setiap harinya—sebuah jumlah yang jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.
Yang lebih memilukan, Ibu Apong menjalani semuanya seorang diri. Ia hidup sebatang kara, menghadapi kerasnya kehidupan tanpa keluarga yang menemaninya. Tempat tinggal pun ia tak punya; ketika malam tiba, Ibu Apong hanya bisa merebahkan tubuhnya di pinggir jalan, mencari sedikit ketenangan di bawah langit malam.
Ibu Apong ingin memiliki kontrakan kecil, sebuah tempat yang bisa ia sebut rumah. Sebuah tempat yang bisa memberinya kenyamanan dan keamanan untuk tidur. Lebih dari itu, ia juga berharap bisa menjalankan usaha kecil-kecilan di sana, berjualan dengan lebih leluasa, tanpa harus bertaruh nyawa di tepi jalan. Impian sederhana ini memberinya kekuatan, memotivasinya untuk terus bertahan meski hidup terasa semakin berat.
Mari kita bersama-sama membantu mewujudkan mimpi Ibu Apong. Dengan uluran tangan kita, semoga hari-hari yang ia jalani bisa menjadi lebih baik.
Donasi darimu nantinya tidak hanya disalurkan untuk Ibu Apong saja. Beliau setuju dan memberikan izin kepada Penderma untuk menyalurkan bantuan ke penerima manfaat lainnya dengan kebutuhan serupa.
Pemilihan penyaluran bantuan akan ditentukan berdasarkan urgensi penerima manfaat, kecukupan dana, dan kesesuaian program dengan bantuan yang akan disalurkan.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik