Empat kali tongkatnya patah terlindas kendaraan, tapi Gus Holik tetap harus berjualan demi bertahan hidup.

Sejak kehilangan penglihatan pada 2023, Gus Holik (57) harus berjuang mengenali jalan hanya dengan tongkat putihnya. Di tengah risiko terserempet kendaraan, beliau tetap berkeliling menjual aksesori murah demi mendapatkan penghasilan.
Namun, perjuangannya tak berhenti di situ. Modal yang semakin menipis membuat stok dagangannya berkurang, sementara biaya kontrakan Rp300.000 per bulan dan kebutuhan sehari-hari tetap harus dipenuhi. Beliau bahkan pernah menunggak kontrakan karena tak memiliki uang.

Di tengah keterbatasan dan kesendirian, Gus Holik membutuhkan bantuan kita untuk mendapatkan tongkat tunanetra yang lebih aman, tambahan modal usaha, serta biaya kontrakan dan kebutuhan sehari-hari.
Yuk, bantu Gus Holik terus berjuang tanpa harus mempertaruhkan keselamatannya setiap hari. Sedikit bantuan dari kita bisa menjadi harapan besar agar beliau tetap bisa mencari nafkah dan menjalani hidup dengan lebih layak.