

Di usia yang baru 8 tahun, seharusnya Rizik masih sibuk bermain dan belajar bersama teman-temannya. Tapi sejak kelas 1 SD, Rizik sudah harus berjualan opak untuk membantu memenuhi kebutuhan hidupnya.
Setiap hari, Rizik mulai berjualan sekitar pukul 12 siang hingga sore hari. Opak aci yang ia jual dibanderol Rp3.000 dan Rp5.000. Dari setiap opak yang terjual, Rizik hanya mendapatkan keuntungan sekitar Rp650.

Dalam sehari, penghasilannya hanya sekitar Rp8.000-Rp10.000. Uang itu ia tabung untuk biaya pengobatan dan digunakan untuk makan sehari-hari.
Perjuangan Rizik juga tidak selalu mudah. Saat sedang berjualan, uang hasil jualannya pernah diambil oleh orang yang tidak dikenal. Namun, Rizik tetap kembali berjualan.

Rizik dan adiknya, Nabila, harus tumbuh tanpa sosok ibu. Sang ibu meninggal dunia saat melahirkan mereka, sementara ayahnya pergi dan tidak diketahui keberadaannya.
Di tengah perjuangannya mencari nafkah, Rizik juga memiliki kondisi kesehatan yang membuat bagian pusarnya menonjol keluar. Ketika terlalu lelah, kondisi tersebut dapat membuatnya merasakan nyeri yang sangat berat.

Meski hidupnya tidak mudah, Rizik masih menyimpan sebuah mimpi. Ia ingin menjadi seorang pilot.
Kini, Rizik membutuhkan dukungan agar bisa mendapatkan pengobatan, memiliki seragam sekolah yang layak, dan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
Yuk, bantu Rizik. Sedikit bantuan dari kita bisa menjadi langkah besar agar Rizik tidak harus terus menanggung semuanya sendirian.
![]()
Belum ada Fundraiser