

Di usia 7 tahun, saat anak lain pulang sekolah untuk bermain, Mikayla justru memanggul beban hidup yang tak seharusnya ia rasakan… berjalan dari kampung ke kampung menjajakan kelapa tua seharga 5 ribu rupiah demi bertahan hidup.

Sepulang sekolah hingga petang, langkah kecilnya tak pernah berhenti, bukan untuk mengejar mimpi, tapi sekadar agar hari ini bisa makan. Di rumah tak ada pelukan hangat orang tua, ibunya telah tiada dan ayahnya memilih hidup baru, yang ada hanyalah kakek dan nenek yang mulai pikun, serta adik kecil berusia 4 tahun yang bergantung padanya.
Di tengah keterbatasan itu, Mikayla masih harus menanggung tunggakan warung. Dunia terasa terlalu berat untuk pundak sekecil itu, namun ia tetap bertahan.

Hari ini, kita bisa jadi alasan Mikayla berhenti berjalan terlalu jauh… kita bisa bantu hadirkan modal usaha agar ia tak perlu lagi berkeliling, bantu biaya sekolahnya agar mimpinya tetap hidup, dan menghadirkan sepasang sepatu agar langkahnya tak lagi telanjang menahan luka. Karena di balik senyumnya yang sederhana, ada harapan besar yang menunggu untuk kita jaga bersama.

![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik