
Kadang saya lelah, tapi ini tanggung jawab saya sebagai anak. Selagi masih bisa, saya akan terus merawat ibu,” ucap Bu Tarmi dengan tekad yang kuat.
Bu Tarmi, seorang wanita berusia 60 tahun, berjuang keras setiap hari untuk merawat ibunya, Bu Surni (103 tahun), yang sudah tidak bisa berjalan dan tubuhnya semakin lemah karena usia. Dalam setiap langkahnya, Bu Tarmi membawa beban besar: mengurus ibunya yang sudah sangat renta, merawat cucunya, Tika (14 tahun), yang tidak diakui oleh ibunya, dan berjualan gorengan keliling kampung untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Setiap pagi hingga sore, Bu Tarmi berjalan sejauh 7 kilometer untuk menjual gorengan. Saat siang, ia harus kembali ke rumah untuk memeriksa keadaan ibunya, memastikan Bu Surni mendapat perawatan yang diperlukan. Setelah itu, ia kembali melanjutkan jualannya hingga malam hari. Bu Tarmi adalah tulang punggung bagi keluarganya, dan meskipun penghasilan dari berjualan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia tetap bertahan.

Sebelumnya, Bu Tarmi sempat mencoba berjualan makanan ringan, namun karena modal yang terbatas, ia sudah satu tahun tidak bisa melanjutkan usaha tersebut. Kini, dengan segala keterbatasan, impian Bu Tarmi sederhana: memiliki warung kecil di rumah agar ia tidak perlu meninggalkan ibunya sendirian dan bisa merawatnya dengan lebih baik.
Tika, cucunya yang berusia 14 tahun, juga menjadi tanggung jawab Bu Tarmi. Tika tidak memiliki pengakuan dari ibu kandungnya dan ayahnya sudah lama hilang tanpa kabar. Meski demikian, Bu Tarmi tidak pernah berhenti berjuang untuk memberikan yang terbaik bagi Tika, yang juga perlu melanjutkan pendidikan sekolahnya.
Para Penderma, mari bantu Bu Tarmi agar ia bisa merawat ibunya dengan lebih baik dan memberikan pendidikan yang layak bagi cucunya.
![]()
Belum ada Fundraiser