
Tangisan seorang ibu bernama Bu Nunung adalah cerita perjuangan yang mungkin tak pernah kita bayangkan.

Sejak kecil, anak bungsunya Reffi (17 tahun) menderita kelumpuhan otak. Kini, Bu Nunung merawatnya seorang diri.
Setiap hari, Bu Nunung bekerja dari jam 6 pagi hingga 10 malam sebagai tukang masak di kantin. Dari hasil kerjanya, ia hanya mendapat Rp1,5 juta sebulan. Sebagian ia berikan untuk anaknya yang sedang mondok, sisanya dipakai untuk kebutuhan harian bersama Reffi.
Namun, gaji itu jelas tidak cukup. Sekali terapi Reffi membutuhkan Rp600 ribu, dan idealnya dilakukan seminggu sekali. Karena keterbatasan, terapi itu sering terhenti. Bantuan yang pernah datang pun kini sudah habis untuk biaya pengobatan.
Lebih berat lagi, Bu Nunung tidak memiliki rumah. Ia hanya tinggal menumpang di kantin tempat ia bekerja, diberi izin oleh pemilik kantin yang baik hati.
Meski demikian, Bu Nunung tetap tegar. Harapannya sederhana: Reffi bisa terus menjalani pengobatan, dan mereka bisa hidup dengan layak tanpa harus menanggung beban sendirian.
Teman-teman, mari kita ringankan perjuangan Bu Nunung. Bersama, kita bisa membantu Reffi tetap mendapat pengobatan, dan memberi harapan baru untuk keluarga kecil ini.
![]()
Belum ada Fundraiser