ImageDi Usia 70 Tahun, Bunda Cimot Sendirian Merawat 10...
Image

Di Usia 70 Tahun, Bunda Cimot Sendirian Merawat 100 Kucing Terlantar

Rp 0 terkumpul dari Rp 30.000.000
0 Donasi 30 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization

Setiap pagi, di sebuah rumah sederhana di Bandung, Bunda Cimot memulai harinya dengan rutinitas yang sama: memastikan sekitar 100 ekor kucing yang tinggal bersamanya bisa makan.

Namanya Lili Meilina, atau akrab dipanggil Bunda Cimot. Usianya kini sekitar 70 tahun. Ia tinggal seorang diri setelah suami dan anaknya lebih dulu meninggal dunia.

Namun rumah itu tidak pernah benar-benar sepi.

Ada puluhan kucing yang menunggunya setiap hari. Sebagian pernah ditemukan dalam kondisi sakit, terluka, tidak bisa melihat, hingga mengalami patah kaki. Mereka adalah kucing-kucing terlantar yang selama bertahun-tahun Bunda Cimot temukan di jalan dan tidak tega ia tinggalkan begitu saja.

Semua bermula pada tahun 2012, ketika Bunda Cimot merawat dua ekor kucing. Dari dua ekor, jumlahnya terus bertambah. Bukan karena ia sengaja mengumpulkan kucing, tetapi karena setiap kali menemukan kucing yang terluka atau tidak terurus, hatinya selalu tergerak untuk membawa mereka pulang.

Empat belas tahun berlalu, kini ada sekitar 100 ekor kucing yang menggantungkan hidup kepadanya.

Bagi Bunda Cimot, mereka bukan sekadar hewan peliharaan. Mereka sudah menjadi keluarga dan teman yang menemaninya menjalani hari-hari di usia senja.

Aset Pribadi Habis Demi Menyelamatkan Mereka

Merawat sebanyak itu tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Untuk memenuhi kebutuhan makan, pasir, vitamin, obat-obatan hingga perawatan ketika ada yang sakit, kebutuhan shelter dapat mencapai sekitar Rp8–10 juta setiap bulan.

Jika dibagi kepada 100 ekor kucing selama 30 hari, jumlah tersebut hanya sekitar Rp3.000 per ekor setiap harinyauntuk berbagai kebutuhan mereka.

Selama bertahun-tahun, Bunda Cimot berusaha menanggungnya dengan kemampuannya sendiri.

Perhiasan, kendaraan, hingga aset yang ia miliki perlahan dijual agar kucing-kucingnya tetap bisa makan dan mendapatkan perawatan.

Kini hampir tidak ada lagi yang bisa ia jual.

Bunda Cimot juga tidak memiliki penghasilan tetap. Sesekali ada bantuan dari tetangga maupun orang-orang yang mengetahui kondisi shelter. Ia pun mendapatkan sedikit penghasilan dari membantu menjaga lingkungan sekitar.

Namun tidak ada satu pun pemasukan yang bisa dipastikan akan datang setiap bulan.

Lebih dari 50 Kucing Pernah Mati Karena Wabah

Cobaan terberat pernah datang beberapa tahun lalu.

Saat jumlah kucing di shelter masih lebih dari 200 ekor, penyakit menular masuk dan menyebar dengan cepat. Ketika itu shelter belum memiliki ruang khusus untuk memisahkan kucing sakit dengan kucing yang sehat.

Akibatnya, lebih dari 50 ekor kucing tidak berhasil diselamatkan.

Peristiwa itu menjadi luka yang masih diingat Bunda Cimot sampai hari ini.

Sayangnya, kondisi yang menjadi salah satu penyebab besarnya risiko tersebut belum banyak berubah.

Sampai sekarang shelter masih belum memiliki ruang karantina yang memadai, sehingga kucing yang sakit sulit dipisahkan dari kucing sehat. Akses terhadap dokter hewan juga belum tersedia secara rutin.

Kondisi bangunan tempat mereka tinggal pun sudah membutuhkan banyak perbaikan agar lebih aman dan layak menghadapi hujan maupun panas.

100 Nyawa Kini Bergantung pada Seorang Lansia

Persoalan terbesar shelter Bunda Cimot sebenarnya bukan kurangnya kasih sayang.

Kasih sayang justru menjadi satu hal yang tidak pernah kurang selama empat belas tahun terakhir.

Yang masih belum dimiliki adalah dukungan dan fasilitas yang cukup agar seluruh beban tidak terus berada di pundak seorang perempuan berusia 70 tahun.

Tidak ada relawan tetap yang membantunya setiap hari.

Tidak ada donatur rutin yang menjamin kebutuhan bulanan shelter.

Dan belum ada sistem yang dapat memastikan seluruh kucing tetap terawat apabila suatu hari kondisi kesehatan Bunda Cimot tidak lagi memungkinkan dirinya bekerja seperti sekarang.

Selama empat belas tahun, ia sudah memberikan tenaga, waktu, tabungan, bahkan hampir seluruh aset yang dimilikinya untuk menyelamatkan kucing-kucing terlantar.

Kini, Bunda Cimot membutuhkan kita agar perjuangannya tidak harus ia jalani sendirian.

Kenapa Bantuan Ini Mendesak?

Lebih dari 50 kucing pernah meninggal akibat wabah.
Shelter membutuhkan ruang karantina agar kucing yang sakit dapat dipisahkan dan risiko penularan tidak kembali terjadi.

Bunda Cimot sudah berusia sekitar 70 tahun dan merawat semuanya seorang diri.
Tanpa relawan tetap, hampir seluruh aktivitas shelter masih bergantung kepadanya.

Kebutuhan mencapai Rp8–10 juta setiap bulan tanpa pemasukan tetap.
Aset pribadi Bunda Cimot sudah banyak dijual, sementara kebutuhan makan dan pengobatan terus berjalan setiap hari.

Bantu Bunda Cimot Menjaga 100 Nyawa yang Selama Ini Ia Selamatkan

Bantuan yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk:

1. Membangun ruang yang lebih aman dan layak
Membantu memperbaiki kondisi bangunan serta menghadirkan ruang karantina agar kucing sakit dapat dipisahkan dari kucing sehat dan risiko wabah dapat ditekan.

2. Memenuhi kebutuhan pakan sehari-hari
Memastikan sekitar 100 ekor kucing tetap mendapatkan makanan selama proses pembenahan shelter berlangsung.

3. Membantu pengobatan dan perawatan medis
Untuk kebutuhan vitamin, obat-obatan, pemeriksaan dokter hewan, serta penanganan kucing yang sakit, mengalami gangguan penglihatan, maupun luka dan patah tulang.

Bunda Cimot sudah berusaha sendirian selama empat belas tahun.

Ia sudah memberikan apa yang ia punya untuk mereka.

Kini, mari bantu agar di usia senjanya Bunda Cimot tidak lagi harus memilih antara memperbaiki tempat tinggal mereka, membeli makanan, atau mengobati kucing yang sedang sakit.

Karena 100 nyawa ini masih membutuhkan rumah.
Dan Bunda Cimot tidak seharusnya menjaganya sendirian.

Baca selengkapnya ▾

  • August, 18 2026

    Campaign is published

Belum ada donasi untuk penggalangan dana ini

Fundraiser

Belum ada Fundraiser

Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close