Di usia 67 tahun, Abah Ayi masih keliling dari pagi hingga sore menjajakan taraje. Selama 6 tahun, Abah memikul tangga dari Sukajadi hingga Cihampelas dan Pasteur. Satu taraje dijual sekitar Rp100 ribu, tapi keuntungan Abah hanya Rp2.500–Rp5.000. Itupun sekarang semakin jarang ada yang membeli.

Tubuh Abah juga mulai tidak sekuat dulu. Batuk menahun dan sesak sering membuat Abah harus berhenti di tengah perjalanan. Tapi setelah merasa sedikit lebih kuat, Abah kembali memikul taraje dan mencari pembeli. Sebab, ada kebutuhan yang harus tetap dipenuhi setiap harinya.


Di rumah, Mak Iyah, istri Abah, juga sedang sakit dan membutuhkan pengobatan. Keempat anak mereka sudah berkeluarga dan tinggal jauh, sehingga kini Abah dan Mak Iyah hanya mengandalkan satu sama lain. Rumah sederhana yang mereka tempati pun sering bocor ketika hujan turun.
Abah hanya berharap punya modal usaha agar bisa mendapat keuntungan yang lebih layak. Dengan begitu, Abah bisa memenuhi kebutuhan makan, membantu pengobatan Mak Iyah, dan memperbaiki rumah mereka. Yuk, bantu ringankan perjuangan Abah Ayi agar tidak harus memikul semuanya sendirian.