
Di saat anak-anak seusianya bisa bermain dan menikmati waktu setelah pulang sekolah, Sophia (10 Tahun) justru harus berjualan minuman dingin hingga sore, bahkan terkadang sampai malam. Tak jarang, rasa lelah membuatnya tertidur di tengah aktivitas berjualan.

Bukan karena ia ingin cepat dewasa, tetapi keadaan membuat Sophia harus ikut berjuang demi kehidupan bersama neneknya.
Ayah Sophia telah meninggal dunia. Sementara ibunya pergi bekerja dan tak pernah kembali. Kini, Sophia tinggal bersama neneknya dengan menumpang di rumah orang lain.
Namun, kondisi neneknya juga tidak baik-baik saja. Kaki kanannya pernah mengalami patah tulang dan hingga kini belum mendapatkan perawatan medis. Nenek juga kerap mengalami sesak dan sakit kepala.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup, Sophia berjualan minuman dingin seharga Rp2.000 per plastik. Dari setiap plastik yang terjual, keuntungan yang didapat hanya sekitar Rp500–Rp1.000.
Bayangkan, betapa besar perjuangan seorang anak yang seharusnya masih menikmati masa kecilnya.

Meski hidup penuh keterbatasan, Sophia masih menyimpan cita-cita. Ia ingin menjadi seorang Polwan. Ia juga berharap suatu hari nanti neneknya bisa kembali berjalan normal.
Kini, Sophia membutuhkan uluran tangan kita.
Melalui kebaikan #ParaPenderma, kita bisa membantu:
Jangan biarkan perjuangan kecil Sophia harus ia pikul sendirian.

Mari hadirkan harapan untuk Sophia dan neneknya. Semoga bantuan yang kita berikan menjadi jalan bagi nenek untuk mendapatkan perawatan dan bagi Sophia untuk terus sekolah serta mengejar cita-citanya.
Klik tombol BANTU SEKARANG.
Satu kebaikanmu, begitu berarti bagi masa depan Sophia.
![]()
Belum ada Fundraiser