
Di usia 93 tahun, seharusnya Abah Odin sudah bisa duduk tenang menikmati masa tua di kampung. Tapi kenyataannya, setiap pagi Abah harus memikul dagangan seberat 20 kg, berjalan kaki sejauh 20 KM demi menghidupi istri dan cucunya.
Sejak tahun 1964, Abah Odin berjualan kacang rebus. Namun bukan miliknya sendiri—kacang itu ia ambil dari bos dengan sistem setor harian sebesar Rp250.000. Keuntungan bersih yang ia dapat pun hanya sekitar Rp30.000–Rp50.000 per hari. Kadang tidak cukup untuk makan, apalagi menabung.
Tak jarang, Abah harus menghadapi tantangan lain saat berjualan. Ia sering diusir Satpol PP ketika mangkal, bahkan dipalak oleh preman yang tak peduli usianya yang sudah lanjut. Tapi Abah tetap bertahan, demi orang-orang yang masih menggantungkan hidup padanya.
Di kampung, istrinya terbaring sakit akibat pembengkakan kaki yang tak kunjung sembuh. Sudah berulang kali berobat, menghabiskan banyak biaya, tapi belum ada hasil yang membaik. Sang istri kini hanya bisa menunggu—berharap Abah bisa pulang membawa uang untuk beli makan dan obat.
Abah tak pernah meminta. Tapi hari ini, kita bisa bantu wujudkan harapannya. Ia ingin bisa berhenti dari jualan keliling, membuka usaha kecil atau beternak di kampung, agar bisa merawat istrinya dengan lebih layak dan menikmati masa tua bersama keluarga.
Klik tombol donasi sekarang.
Mari ringankan langkah Abah Odin, yang sudah terlalu lama memikul beban sendirian.
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik