
Pernahkah sahabat membayangkan berjalan berkilo-kilometer menyusuri aspal panas tanpa alas kaki, hingga telapak kaki berdarah karena tertusuk paku dan pecahan kaca?
Kepedihan itulah yang harus dirasakan oleh Abah Dindin setiap hari. Di usianya yang sudah menginjak 64 tahun, Abah harus menyusuri jalanan dari Kp. Sirnaraja, Desa Mandalasari untuk berjualan ikan hias keliling.

Langkah kakinya gontai dan tak seimbang. Abah Dindin berjuang melawan stroke yang melumpuhkan sebagian tubuh sebelah kirinya sejak tahun 2020 lalu.
Meski kondisinya berangsur bisa digunakan untuk berjalan kembali , sisa-sisa stroke itu membuat kaki kiri Abah kesulitan jika dipakaikan sandal. Sandalnya selalu terlepas saat dipakai melangkah. Akhirnya, Abah terpaksa berjalan nyeker (tanpa alas kaki), membiarkan telapak kakinya yang rentan sering tertusuk paku atau tersayat pecahan kaca di jalanan.

Setiap hari setelah azan Subuh (pukul 05.00) hingga siang hari, Abah memikul dagangan ikan cupangnya menuju area sekolah-sekolah di sekitar Cigentur hingga Nyalindung Warung Domba. Ia memaksakan diri berjalan kaki menahan sakit, karena ongkos angkot pulang-pergi sebesar Rp16.000 terasa sangat memberatkan baginya.
Lalu, berapa penghasilan Abah dari perjuangan seberat itu? Satu ekor ikan hanya ia jual seharga Rp2.000 hingga Rp5.000, dengan keuntungan paling besar hanya seribu sampai dua ribu rupiah. Dalam sehari, penghasilannya sangat tidak menentu, rata-rata hanya dapat Rp7.000. Bahkan, seringkali tak ada pembeli sama sekali atau ikan dagangannya mati sehingga modalnya pun hangus dan tidak kembali.

Uang tujuh ribu rupiah tentu tak cukup untuk menutupi kebutuhan istri dan keluarganya yang pengeluarannya mencapai Rp800.000 per bulan. Terhimpit keadaan yang sangat mendesak, Abah Dindin terpaksa meminjam uang untuk modal usaha dan menyambung hidup. Kini, ia terlilit hutang sebesar Rp5.000.000 kepada rentenir (bank emok) yang terus mencekik lehernya.
Di sisa usianya, Abah Dindin tak meminta banyak. Harapan terbesarnya hanyalah bisa berobat dan sembuh dari stroke agar bisa beraktivitas dengan lebih baik, serta bisa segera melunasi hutang-hutangnya.
Para Penderma, jangan biarkan kaki renta Abah Dindin terus berdarah di jalanan. Mari sisihkan sedikit rezeki kita untuk membasuh luka dan mewujudkan harapan Abah Dindin.
Bantuan dan sedekah darimu akan dialokasikan untuk:
Biaya Pengobatan Stroke: Agar kondisi fisik Abah Dindin bisa ditangani secara medis dan segera pulih.
Pelunasan Hutang: Membebaskan Abah dari jeratan hutang bank emok sebesar Rp5.000.000.
Pemenuhan Kebutuhan Hidup: Meringankan beban harian keluarganya agar Abah tidak perlu lagi memaksakan diri berjalan jauh tanpa alas kaki.

![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik