
Setiap hari, Abah Dadang berkeliling menjajakan cireng buatannya. Dagangan seharga Rp1.000 per buah itu dipikul keliling sekitar perumahan dan sekolah di wilayah Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.

Namun, setelah seharian berkeliling, Abah belum tentu membawa uang untuk pulang.
Jika dagangan sedang sepi, Abah terkadang tidak mendapatkan keuntungan sama sekali. Bahkan, karena tidak memiliki uang untuk membeli makanan, Abah pernah terpaksa memakan cireng yang seharusnya dijualnya.
Di usia 65 tahun, perjalanan berjualan juga tidak lagi mudah bagi Abah. Ia mengalami nyeri pada lutut akibat osteoarthritis dan keluhan pada mata. Meski begitu, Abah masih harus memikul dagangan dengan beban sekitar 10 kg karena berjualan cireng menjadi salah satu sumber penghasilan yang bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan sang istri.

Perjuangan Abah pun tidak selalu berjalan mulus.
Saat berjualan, Abah pernah menjadi korban pencopetan. Uang hasil jualannya sekitar Rp400.000 diambil, padahal uang tersebut merupakan satu-satunya pegangan Abah untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Akibatnya, Abah tidak bisa melanjutkan jualan dan kehilangan penghasilan.
Kini, Abah masih berusaha mempertahankan usaha cirengnya. Namun, penghasilan yang tidak menentu membuat kebutuhan sehari-hari semakin sulit dipenuhi. Di sisi lain, kondisi lutut dan matanya juga membutuhkan pemeriksaan dan pengobatan.
Saat ini, Abah Dadang mamiliki kebutuhan mendesak. Diantaranya:
Abah tidak ingin berhenti berusaha. Ia hanya ingin bisa terus berjualan dengan kondisi yang lebih layak, memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, dan membawa pulang penghasilan untuk keluarganya.
Yuk, sisihkan sebagian rezeki untuk Abah Dadang. Semoga bantuan yang diberikan bisa membuat langkah Abah berjualan terasa lebih ringan dan memberinya kesempatan untuk terus memenuhi kebutuhan keluarganya tanpa harus menghadapi semuanya seorang diri.

![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik