
Tolong, luangkan waktu sebentar dan lihatlah kisah pilu dari Abah Cecep. Di usianya yang sudah menginjak 72 tahun, semangatnya untuk mencari nafkah seolah tak pernah padam, meskipun tubuhnya sudah ringkih dimakan usia. Setiap hari, dari pagi hingga larut malam, Abah Cecep harus berkeliling di Ujung Berung, menjajakan cireng pempek resep turun temurun, menahan sakit di kakinya yang tertatih-tatih karena nyeri.

Sungguh miris, Abah menuturkan bahwa ia sering sakit-sakitan, namun keterbatasan ekonomi membuatnya belum pernah sekalipun berobat untuk mengetahui penyakit apa yang dideritanya selama 2 tahun terakhir. Bayangkan, demi mengirit pengeluaran agar bisa membayar tunggakan kontrakan, Abah seringkali hanya mengganjal perutnya dengan meminum air putih saja saat sedang berjualan. Penghasilan hariannya pun sangat tidak menentu, seringkali hanya mendapatkan Rp 20.000 jika dagangan sepi, padahal pengeluaran harian Abah jauh berkali-kali lipat.
Penderitaan Abah semakin menjadi-jadi setahun lalu, saat bulan puasa. Uang hasil pinjaman yang seharusnya digunakan untuk membayar kontrakan, justru raib dihipnotis orang tak bertanggung jawab. Kejadian memilukan itu membuat tunggakan kontrakan Abah semakin besar, dan ia sempat stres berat hingga mengalami stroke selama dua bulan yang membuatnya tidak bisa berjualan sama sekali.

Kini, Abah dan keluarga kecilnya, istri dan satu anak bungsunya yang masih menjadi tanggungan, terancam kehilangan satu-satunya tempat berlindung. Mereka tinggal di kontrakan satu petak yang memprihatinkan. Kebingungan dan ketakutan akan diusir pemilik kontrakan terus menghantui mental Abah, menambah beban di pundaknya yang ringkih.

Meski dalam kondisi memprihatinkan, Abah Cecep memiliki prinsip mulia: pantang menjadi orang yang meminta-minta dan akan terus berusaha selagi masih mampu berjualan. Namun, kini Abah sangat membutuhkan uluran tangan kita untuk bisa keluar dari jurang kemiskinan dan ketidakberdayaan ini. Jika tidak dibantu, kondisinya, baik secara medis maupun mental, berpotensi semakin memburuk akibat tekanan hutang dan ancaman kehilangan tempat tinggal yang pasti akan terjadi.
Mari kita wujudkan harapan Abah Cecep. Jangan biarkan lansia tangguh ini berjuang sendirian. Seberapapun donasi Anda, itu adalah nafas baru bagi Abah Cecep.

![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik