
Di usia 80 tahun, Pak Baba masih berjualan sendal keliling di kawasan Sekeloa Utara, Bandung. Bukan karena pilihan, tapi karena itulah satu-satunya jalan untuk bertahan hidup—dan membantu tiga cucu yang masih tinggal bersamanya.
Setiap hari, Pak Baba duduk menjaga gerobaknya. Ia tak kuat lagi berkeliling, jadi hanya menunggu pembeli di satu titik. Pulang-pergi pun dijemput cucunya karena langkahnya sudah lemah. Kadang dapat Rp50 ribu, tapi itu pun tak menentu. Kadang tak ada yang laku sama sekali.
Ia tinggal di rumah sederhana bersama anak perempuannya, seorang buruh serabutan yang kini menjadi orang tua tunggal, dan tiga cucu yang masih bersekolah. Keadaan mereka jauh dari cukup.
Tapi bukan cuma itu…
Pak Baba sendiri menderita penyakit kulit cukup parah. Tangannya bengkak dan luka. Ia pernah periksa ke dokter. Katanya, harus dioperasi. dan kemungkinan sembuhnya pun hanya 50%.
Belum selesai urusan dirinya, cobaan datang lagi. Salah satu cucunya kini juga butuh operasi. Tapi sama seperti Abah, tak ada biaya.
Hari ini, kita tahu, bahwa perjuangan Abah jauh lebih besar dari yang tampak. Ia bukan hanya tulang punggung keluarga. Ia adalah benteng terakhir bagi cucu-cucunya untuk tetap bisa sekolah… dan bermimpi.
Pak Baba tak pernah minta. Tapi kita bisa bantu.
Bantu Abah hari ini, agar ia tak perlu terus menahan nyeri, menunda pengobatan, dan melihat cucunya menderita karena tak bisa berobat.
Bantu agar Abah bisa menikmati masa tuanya dengan lebih layak—dengan tempat tinggal yang aman, pengobatan yang layak, dan cucu-cucu yang tetap bisa sekolah.
Donasi dari kamu hari ini bisa jadi penyambung harapan keluarga kecil ini.
Ayo kita hadir untuk Abah Baba dan cucunya hari ini.
![]()
Belum ada Fundraiser