ImageDi Usia 90 Tahun, Abah Abas Masih Jalan Puluhan Ki...
Image

Di Usia 90 Tahun, Abah Abas Masih Jalan Puluhan Kilometer Demi Bertahan Hidup

Rp 0 terkumpul dari Rp 50.000.000
0 Donasi 2 bulan, 25 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization
Bayangin... di usia yang seharusnya dipakai untuk istirahat, ada seorang kakek renta yang masih harus berjalan puluhan kilometer hanya demi bisa makan hari itu juga.

Di sudut kampung di Kp. Cipeteuy, Desa Karyamukti, Kecamatan Cililin, hidup Abah Abas, seorang lansia berusia lebih dari 90 tahun yang setiap harinya masih berjuang sendirian melawan kerasnya hidup. Saat banyak orang seusianya menikmati masa tua bersama keluarga, Abah justru harus memulai hari sejak pukul 6 pagi dengan langkah kaki yang tertatih, menyusuri jalan sejauh 40 KM demi menjajakan anyaman sasak buatannya sendiri. Pekerjaan itu sudah beliau tekuni sejak tahun 80-an, dan hingga hari ini, itulah satu-satunya cara Abah bertahan hidup.

Ironisnya, semua perjuangan itu seringkali hanya dibayar 5 ribu/lembar sasak yang terjual. Jumlah yang bahkan tak cukup untuk membeli kebutuhan sehari-hari, apalagi obat-obatan di usia senja. Tak jarang dagangannya pulang tanpa hasil, membuat Abah harus menahan lapar dan hanya makan umbi-umbian seadanya agar tetap kuat berjalan esok hari.

Yang lebih menyayat hati, Abah menjalani semuanya seorang diri. Istri tercinta telah meninggal dunia, sementara anak sulungnya memilih pergi menjalani hidupnya sendiri. Kini, rumah sederhana itu hanya diisi oleh sunyi dan perjuangan seorang kakek renta yang terus memaksakan tubuhnya bertahan. Dalam perjalanan hidupnya, Abah juga pernah ditipu saat berjualan. Bahkan demi bisa membeli obat dan memenuhi kebutuhan mendesak, beliau sampai harus berutang.

Di balik langkah kaki yang terus dipaksakan itu, tubuh Abah sebenarnya sedang sakit. Sesak napas, asam urat, batuk akut, hingga gangguan lambung terus menghantui hari-harinya. Tidurnya tak pernah benar-benar nyenyak, tubuhnya sering menahan nyeri, tapi Abah tetap memilih berjalan karena beliau tahu: kalau tidak berjualan, beliau tidak bisa makan.

Padahal harapan Abah sederhana. Beliau hanya ingin punya sedikit modal usaha agar tak perlu lagi berjalan sejauh itu, dan biaya berobat supaya rasa sakit di tubuhnya bisa berkurang di sisa usia yang semakin menua.

Hari ini, kita masih punya kesempatan untuk hadir menjadi harapan bagi Abah Abas. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, bisa menjadi alasan bagi beliau untuk tetap bertahan hidup tanpa harus terus melawan lelah dan sakit seorang diri.

Baca selengkapnya ▾

  • June, 4 2026

    Campaign is published

Belum ada donasi untuk penggalangan dana ini

Fundraiser

Belum ada Fundraiser

Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close