
Di tengah dinginnya kawasan pegunungan Pangalengan, Kabupaten Bandung, puluhan santri Pondok Pesantren Nuurul Abshor terus berusaha belajar dan mengaji dalam kondisi yang serba terbatas.
Pada Mei 2025, korsleting listrik memicu kebakaran hebat yang menghanguskan bangunan lantai dua pesantren. Ruang kelas dan berbagai fasilitas belajar turut rusak dan tidak lagi dapat digunakan.

Sejak saat itu, kegiatan belajar mengajar terpaksa dipindahkan ke beberapa tempat sementara, seperti rumah warga, garasi, mushola, dan tenda. Kondisi tersebut membuat proses belajar menjadi kurang nyaman, terlebih saat malam hari ketika udara dingin pegunungan terasa semakin menusuk.


Padahal, Pondok Pesantren Nuurul Abshor menjadi salah satu pusat kegiatan pendidikan dan keagamaan bagi masyarakat sekitar. Para santrinya berasal dari keluarga sederhana, termasuk anak-anak yatim dan dhuafa yang membutuhkan tempat belajar yang aman dan layak.
Masyarakat dan pengurus pesantren telah berupaya melakukan perbaikan secara gotong royong dan swadaya. Namun, keterbatasan dana membuat proses renovasi belum dapat diselesaikan secara maksimal. Selain perbaikan bangunan, pesantren juga masih membutuhkan dukungan untuk melengkapi sarana dan prasarana belajar santri.
Para Penderma, mari bantu wujudkan kembali tempat belajar yang layak, nyaman, dan aman bagi para santri Pondok Pesantren Nuurul Abshor.
Setiap bantuan yang diberikan akan mendukung proses renovasi serta pengadaan sarana dan prasarana belajar agar kegiatan mengaji dan belajar dapat kembali berjalan dengan lebih baik. Semoga setiap ilmu yang dipelajari dan setiap ayat yang dilantunkan menjadi pahala jariyah yang terus mengalir bagi para penderma.

![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik