ImageDi Usia 2,5 Tahun Nala Belum Bisa Berjalan. Ayahny...
Image

Di Usia 2,5 Tahun Nala Belum Bisa Berjalan. Ayahnya Rela Jadi Ojol Demi Biaya Pengobatan Sang Anak

Image
Jawa Barat
Rp 0 terkumpul dari Rp 30.000.000
0 Donasi 30 hari lagi

Penggalang Dana

Image
Image
Verified Organization
Lanala Ayudisa Halim atau Nala, baru berusia 2,5 tahun. Di usia yang seharusnya menjadi masa untuk tumbuh, bermain, dan belajar berjalan, Nala justru harus menghadapi berbagai kondisi medis yang membuat tumbuh kembangnya terhambat. Nala mengalami Short Bowel Syndrome (SBS), pembesaran pembuluh darah di otak, serta hidrosefalus. Kondisi tersebut membuat Nala mengalami muntah, kejang, kesulitan makan, dan hingga kini belum mampu berjalan.


Salah satu kondisi yang dialami Nala adalah Short Bowel Syndrome atau Sindrom Usus Pendek. Kondisi ini membuat tubuh Nala kesulitan mengolah nutrisi dari makanan sehingga berat badan dan tumbuh kembangnya ikut terdampak. Nala juga memiliki kelainan pada pembuluh darah di otak dan bagian otak kiri yang lebih kecil sehingga sistem sarafnya mengalami gangguan.

Karena tidak dapat makan dengan normal, Nala membutuhkan susu nutrisi khusus untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya. Susu tersebut memiliki harga sekitar Rp400.000–Rp500.000 per kaleng dan dapat habis hanya dalam waktu 1–2 hari. Selain itu, Nala juga membutuhkan penggantian selang NGT setiap sekitar 3–7 hari sekali. Kebutuhan medis yang terus berulang membuat biaya yang harus ditanggung keluarganya menjadi sangat besar.

Di tengah kondisi tersebut, ayah Nala, Fernando Halim, terus berusaha memenuhi kebutuhan putrinya. Karena kebutuhan susu khusus, selang NGT, serta biaya pengobatan yang besar, ayah Nala juga bekerja sebagai driver ojek online dengan penghasilan sekitar Rp50.000–Rp70.000 per hari.
 


Pengorbanan ayah Nala tidak berhenti sampai mencari tambahan penghasilan. Saat bekerja sebagai driver ojol, ia bahkan harus tetap mengantar Nala ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan. Di satu sisi ia harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi di sisi lain ia juga harus memastikan anaknya mendapatkan perawatan yang dibutuhkan.

Beban keluarga ini semakin berat karena Nala bukan satu-satunya anak yang membutuhkan perhatian khusus. Kakaknya juga mengidap autisme. Sementara itu, keluarga mereka masih harus membayar kontrakan sebesar Rp2,5 juta per bulan, listrik dan kebutuhan sehari-hari sekitar Rp1,5 juta, di luar biaya susu khusus dan kebutuhan medis Nala yang terus berjalan.
 


Saat ini, Nala membutuhkan tindakan DSA, untuk membantu menangani permasalahan pembuluh darah di otaknya. Selain itu, Nala membutuhkan susu nutrisi khusus, penggantian selang NGT, serta terapi fisik untuk mendukung perkembangan tubuh dan kemampuan berjalannya.

Jika kebutuhan tersebut tidak segera terpenuhi, kondisi Nala berisiko semakin memburuk. Nala membutuhkan pemenuhan nutrisi, tindakan medis, dan terapi secara berkelanjutan agar tumbuh kembangnya dapat terus diupayakan.

Ayah Nala sudah melakukan berbagai cara untuk mempertahankan pengobatan putrinya. Kini, ia membutuhkan dukungan agar kebutuhan medis Nala tidak lagi sepenuhnya menjadi beban yang harus ditanggung sendiri.

Mari hadir untuk Nala dan keluarganya. Bantuan yang terkumpul akan digunakan untuk biaya tindakan DSA, pembelian susu nutrisi khusus, pembelian dan penggantian selang NGT, serta kebutuhan terapi fisik Nala. Dukungan ini diharapkan dapat membantu Nala mendapatkan perawatan yang dibutuhkannya dan memberi kesempatan bagi Nala untuk terus bertumbuh dan berkembang.
 

Baca selengkapnya ▾

  • August, 24 2026

    Campaign is published

Belum ada donasi untuk penggalangan dana ini

Fundraiser

Belum ada Fundraiser

Mari jadi Fundraiser dan berikan manfaat bagi program ini.

Doa-doa orang baik

Menanti doa-doa orang baik

Bagikan melalui:
✕ Close